Sejumlah calon haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat saat diberangkatkan melalui Bandara Internasional Lombok. ANTARA/Akhyar Rosidi.
Masih Dirawat, Empat Haji NTB Belum Bisa Pulang ke Tanah Air
Silvana Febiari • 23 June 2026 11:29
Mataram: Empat haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum bisa kembali ke Tanah Air. Mereka masih menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan di Arab Saudi.
"Informasi terakhir, jumlah peserta haji yang masih tertinggal dan dirawat di rumah sakit di Arab Saudi itu ada empat orang," ujar Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat Herman Nugraha, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
Keempat orang tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) 11, 12, 14, dan 15. Berdasarkan data BKK Kelas I Mataram, salah satunya yakni SN asal Dompu dari Kloter 11 masih menjalani perawatan akibat sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).
Baca Juga :
Selanjutnya inisial K asal Aikmel, Lombok Timur, dari kloter 12 dirawat karena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Inisial S asal Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, dari kloter 14 masih menjalani perawatan akibat ileus atau gangguan pada saluran pencernaan.
"Adapun seorang lagi berinisial S asal Sikur, Lombok Timur, dari kloter 15 juga masih menjalani perawatan di Arab Saudi," ungkap Herman.
Menurutnya, sebagian besar jemaah yang masih dirawat mengalami gangguan pada sistem pernapasan dan penyakit penyerta lainnya. Kondisi itu membuat mereka belum memungkinkan untuk diterbangkan ke Indonesia.
"Di sini kebanyakan karena gangguan pernapasan, gangguan jantung, ada penyakit paru. Semuanya berkaitan dengan pernapasan dan jantung," terangnya.
Ia menjelaskan, selama masa tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berlangsung, kondisi peserta haji tersebut akan dipantau setiap hari oleh petugas kesehatan haji.
"Kalau sudah sembuh dan memungkinkan untuk dipulangkan, bisa disesuaikan dengan keberangkatan reguler atau pesawat reguler yang nanti dikoordinasikan oleh Kementerian Haji," ucapnya.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Herman Nugraha. ANTARA/Nur Imansyah.
Selain peserta haji yang dirawat di Arab Saudi, terdapat empat haji Embarkasi Lombok yang masih menjalani perawatan di RSUD Provinsi NTB. Empat haji tersebut, yakni inisial M asal Aikmual, Lombok Tengah, dari kloter 7 masih dirawat akibat penurunan kesadaran yang diduga berkaitan dengan gangguan intrakranial atau metabolik.
Sementara itu, inisial R asal Mpunda, Kota Bima, dari kloter 11 menjalani perawatan karena mengalami penurunan kesadaran akibat dehidrasi dan kurang asupan. Selanjutnya inisial J asal Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, dari kloter 14 masih menjalani perawatan akibat dugaan pneumonia komunitas atau community acquired pneumonia (CAP).
Adapun inisial LB asal Muncan, Lombok Tengah, dari kloter 15 dirawat karena dugaan pneumonia komunitas yang disertai hipoglikemia.