Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 800 meter di atas puncak pada Selasa (17/2/2026) malam. ANTARA/HO-PVMBG.
Gunung Semeru Erupsi dengan Kolom Abu 800 Meter
Whisnu Mardiansyah • 17 February 2026 23:07
Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 800 meter di atas puncak pada Selasa malam, 17 Februari 2026.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 21.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang dilansir Antara, Selasa, 17 Februari 2026.
Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara . "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 119 detik," tuturnya.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru menunjukkan aktivitas erupsi yang cukup tinggi sepanjang Selasa. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat bahwa pada periode pengamatan pukul 18.00 hingga 23.59 WIB, terjadi 29 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 milimeter dan durasi 59-121 detik.
Erupsi pertama hari itu terjadi pada pukul 00.17 WIB, namun visual letusan tidak teramati karena tertutup kabut. Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah mencatat 639 letusan atau erupsi gunung api di seluruh Indonesia, dengan Gunung Semeru menjadi yang paling aktif dengan 332 kali letusan.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga) . Status ini telah ditetapkan sejak 29 November 2025 setelah sebelumnya berada pada Level IV (Awas) pascaerupsi besar pada 19 November 2025.
PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Gunung Semeru erupsi dengan letusan setinggi 2 km disertai luncuran awan panas guguran sejauh 6 km pada Sabtu (14/2/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Plt. Kepala Badan Geologi sebelumnya telah menyampaikan bahwa ancaman utama dalam waktu dekat berupa awan panas guguran dan potensi lahar seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah Semeru. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti rekomendasi dari petugas.