Rumah warga yang terdampak banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
11 Wilayah di Kota Kendari Terendam Banjir
Silvana Febiari • 11 May 2026 08:11
Kendari: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 11 titik wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Sabtu malam, 9 Mei 2026. Sebaran banjir mencakup pemukiman warga, kawasan perkantoran, hingga area persawahan.
"Berdasarkan laporan sementara, ada 11 titik terdampak," kata Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang, dilansir dari Antara, Senin, 11 Mei 2026.
Dia menyebutkan sebaran 11 titik wilayah banjir tersebut, antara lain untuk Kecamatan Wuawua sebanyak dua titik, yakni di wilayah Kelurahan Wuawua dan Kelurahan Bonggoeya. Kemudian, di wilayah Kecamatan Baruga sebanyak tiga titik, mulai dari kawasan Kali Wanggu, kawasan perumahan hingga di jalan raya wilayah Kelurahan Lepo-lepo Kecamatan Baruga.
"Sedangkan untuk wilayah lainnya terdapat di Kelurahan Anduonuhu, Kelurahan Mokoau, Kelurahan Kambu dua titik di Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, hingga kawasan persawahan di Nanga-nanga,” ujarnya.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memberikan solusi terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut.
"Ini memang butuh penanganan koordinasi. Dalam hal ini pemerintah kota dan juga pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk bagaimana caranya kita membuat solusi untuk penanganan dari pada banjir juga ini," jelas Siska.
(1).jpg)
Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri
Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra untuk mencari solusi bagi para warga yang terdampak.
"Kami atas nama pemerintah Kota Kendari mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Kendari apabila sampai saat ini belum terlalu maksimal dalam penanganan banjir, karena ini memang butuh kolaborasi yang kuat lintas sektor dan juga lintas jenjang pemerintahan," tambah Siska.