IHSG Menguat Hari Ini, Ini Faktor Pendorongnya dari Global hingga Domestik

Ilustrasi. Foto: Freepik/Magnific.

IHSG Menguat Hari Ini, Ini Faktor Pendorongnya dari Global hingga Domestik

Ade Hapsari Lestarini • 6 May 2026 17:31

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa kawasan Asia seiring koreksi harga minyak mentah imbas meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup menguat 35,36 poin atau 0,50 persen ke posisi 7.092,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76.

"IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat yang didukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 6 Mei 2026.

Sementara dari mancanegara, sentimen positif berasal dari koreksi harga minyak mentah di tingkat global, yang mana minyak jenis WTI turun 8,86 persen ke level USD93,21 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent turun 7,75 persen ke level USD101,36 per barel pada perdagangan hari ini pukul 17.00 WIB.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan menghentikan sementara upayanya untuk membantu kapal-kapal yang terdampar keluar dari Selat Hormuz untuk memungkinkan pembicaraan ulang dengan Iran.

Pelaku pasar menilai ada sebuah sinyal dari Trump tentang kemajuan menuju potensi kesepakatan dengan Iran, serta jeda sementara dalam operasi maritim yang dipimpin oleh AS di Selat Hormuz dalam upaya mendukung diplomasi.

Selanjutnya, Trump mengatakan berencana untuk membahas situasi Iran dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping selama pertemuan puncak pada 14-15 Mei 2026, sebagai upaya untuk membantu meredakan risiko geopolitik yang lebih luas.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
 

 

Faktor dalam negeri


Sedangkan dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di antaranya mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing (valas).

Adapun, nilai tukar rupiah menguat 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.387 per USD pada penutupan perdagangan Rabu, 6 Mei 2026 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per USD.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin transportasi & logistik yang naik sebesar 2,02 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,67 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,90 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,65 persen dan 0,31 persen

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DEFI, RICY, PYFA, ABDA dan HALO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni YPAS, BOBA, PIPA, ASLI dan CASA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.479.250 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,07 miliar lembar saham senilai Rp17,71 triliun. Sebanyak 341 saham naik, 290 saham menurun, dan 186 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 228,20 poin atau 0,38 persen ke 59.513,12, indeks Shanghai menguat 48,01 atau 1,17 persen ke 4.160,17, indeks Hang Seng menguat 315,17 poin atau 1,22 persen ke posisi 26.213,78, dan indeks Straits Times menguat 6,77 poin atau 0,14 persen ke posisi 4.927,38.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)