Kebakaran melanda pabrik sandal PT Porto Indonesia Sejahtera pada Minggu, 19 Juli 2026. Metrotvnews.com/ Triawati
Kebakaran Melanda Pabrik Sandal di Karanganyar
Triawati Prihatsari • 19 July 2026 18:27
Karanganyar: Kebakaran melanda pabrik sandal PT Porto Indonesia Sejahtera pada Minggu, 19 Juli 2026. Api menghanguskan gudang bahan baku dan ruang penggilingan di pabrik yang berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Kapolsek Kebakkramat Iptu Marindra Prasetya mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.45 WIB. Api diduga muncul dari percikan di sisi barat gedung produksi.
"Sekitar pukul 08.45 WIB kami menerima laporan dari petugas keamanan PT Porto bahwa ada percikan api di sisi barat gedung tempat pembuatan sandal. Kami bersama dengan relawan dan petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi," ujar Marindra, di Karanganyar, Minggu, 19 Juli 2026.
Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar dan menjalar ke gedung produksi sekaligus tempat penyimpanan bahan baku. Kobaran api dengan cepat meluas karena membakar material biji plastik.
Menurutnya, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama karena petugas harus mencegah api menjalar ke bangunan lain. Hal itu disebabkan material yang terbakar berupa biji plastik yang mudah terbakar.
"Yang terbakar bagian gudang, tempat pembuatan sandal, dan penyimpanan biji plastik untuk bahan baku pembuatan sandal. Proses pemadaman cukup lama karena biji plastik mudah terbakar," beber Marindra.
(2).jpg)
Ilustrasi kebakaran (Ist/Net)
Kepala Satpol PP Karanganyar Danang Kusuma Wardana menambahkan, kondisi pabrik saat kejadian dalam keadaan sepi karena karyawan sedang libur. Hanya tujuh pegawai yang berada di mess perusahaan saat api muncul, dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Asumsi sementara kemungkinan dari mesin-mesin konslet. Begitu muncul titik kobaran api langsung diketahui, (karyawan) dipanggil suruh keluar," ungkap Danang.
Material plastik yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung lebih dari tiga jam. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bergantian, sementara pekerja berupaya menyelamatkan barang yang masih bisa dievakuasi.