AS Mengakui Rudal Iran Berhasil Tembus Sistem Pertahanan Yordania

AS mengakui satu rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara di Yordania. (Anadolu Agency)

AS Mengakui Rudal Iran Berhasil Tembus Sistem Pertahanan Yordania

Muhammad Reyhansyah • 22 July 2026 19:03

New York: Kemampuan rudal canggih Iran disebut menjadi tantangan bagi militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah di tengah serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk dan pasukan AS.

Menurut laporan CBS News pada Selasa, 21 Juli 2026, setiap rudal Iran yang berhasil mencapai sasaran menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara AS dan sekutunya gagal mencegat atau terlambat mendeteksi ancaman tersebut. 

Setelah serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania menewaskan dua tentara Amerika Serikat dan menyebabkan satu lainnya hilang, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan satu rudal berhasil menembus sistem pertahanan.

"Ada satu yang lolos. Satu rudal berhasil menembus. Kami menembak jatuh hampir semua rudal. Satu berhasil lolos, ini sungguh menyedihkan," kata Rubio, dikutip dari Anadolu.

Menurut CBS News, insiden tersebut bukan yang pertama. Pangkalan yang sama dilaporkan telah dua kali diserang dalam kurun 48 jam sebelumnya, dengan serangan langsung yang menyebabkan puluhan personel militer Amerika Serikat terluka.

Kegagalan Sistem Pertahanan

Laporan itu menyebut rudal presisi Iran berulang kali mampu menembus sistem pertahanan rudal Yordania dan Amerika Serikat, sementara rudal dan drone lainnya berhasil dicegat dalam serangan-serangan berikutnya.

Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menolak menjelaskan secara rinci bagaimana rudal tersebut dapat mencapai pangkalan karena evaluasi masih berlangsung.

Ia hanya mengatakan pasukan Amerika Serikat dan mitranya berhasil menggagalkan puluhan rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke negara-negara Teluk pada 17 Juli, meski "beberapa di antaranya berhasil menembus dan menghantam sasaran."

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengisyaratkan bahwa kegagalan pertahanan tersebut disebabkan oleh pihak lain yang bertugas mengoperasikan sistem di pangkalan tersebut.

"Mereka (Iran) memang berhasil meloloskan sesuatu di Yordania, dan kami memiliki operator lain di sana," kata Trump.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki peralatan pertahanan terbaik di dunia, tetapi ketika tugas tersebut dijalankan oleh pihak lain, hasilnya tidak selalu berjalan dengan baik. Namun, Trump tidak menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai operator tersebut.

Teknologi Rudal Iran Dinilai Semakin Maju

Pentagon kemudian mengonfirmasi bahwa hampir 100 personel militer Amerika Serikat mengalami luka-luka akibat serangan Iran di berbagai wilayah Timur Tengah sepanjang bulan ini, belum termasuk korban dalam serangan terbaru di Yordania.

Mantan Letnan Jenderal Yordania Qasid Mahmoud menilai meningkatnya efektivitas serangan Iran dipengaruhi oleh kemajuan teknologi rudal yang dimiliki Teheran.

"Iran memiliki teknologi rudal yang maju," ujarnya.

Mahmoud menjelaskan Iran mengombinasikan rudal dan drone untuk membebani sistem pertahanan udara lawan.

"Iran menggunakan rudal sederhana untuk mengalihkan perhatian radar. Setelah itu mereka meluncurkan rudal dengan kualitas lebih tinggi yang mengubah sasaran akhirnya dalam 30 hingga 40 kilometer terakhir," katanya.

Menurut Mahmoud, perubahan lintasan pada tahap akhir tersebut membuat rudal jauh lebih sulit untuk dicegat.

Baca juga:  Rudal Iran yang Tewaskan Dua Tentara AS di Yordania Hantam Hunian Prajurit

(Willy Haryono)