Kenya menyelidiki kematian 15 gajah di sekitar Taman Nasional Amboseli. (Anadolu Agency)
Kenya Selidiki Kematian 15 Gajah di Taman Nasional Amboseli, Ada Dugaan Keracunan
Willy Haryono • 29 July 2026 17:05
Nairobi: Otoritas satwa liar Kenya menyelidiki kematian 15 gajah di kawasan Taman Nasional Amboseli dan wilayah sekitarnya dalam sebulan terakhir.
Penyelidikan diumumkan pada Selasa, 28 Juli 2026, untuk mengungkap penyebab kematian satwa-satwa tersebut.
Dikutip dari AsiaOne, Dinas Satwa Liar Kenya (KWS) menyatakan 10 gajah sempat menunjukkan gejala kelumpuhan sebagian sebelum mati dalam waktu dua hari.
Sementara itu, lima gajah lainnya ditemukan sudah mati, dengan bangkai yang sebagian telah dimakan hewan pemakan bangkai.
Sebagian besar gajah yang mati merupakan induk betina beserta anaknya, sedangkan hanya satu ekor jantan yang dilaporkan menjadi korban. Seluruh kejadian terjadi di Suaka Kimana dan kawasan Kuku Ranch yang berada di sekitar Taman Nasional Amboseli.
Kenya sebelumnya pernah mengalami kasus kematian gajah akibat keracunan yang berkaitan dengan perburuan liar maupun konflik antara manusia dan satwa liar. Karena itu, otoritas kini menyelidiki kemungkinan adanya penyebab serupa dalam kasus terbaru tersebut.
Hasil uji awal terhadap sampel yang diperiksa di laboratorium Universitas Nairobi mendeteksi adanya zat beracun yang diduga menjadi penyebab kematian.
Namun, analisis terpisah yang dilakukan Laboratorium Kimia Pemerintah tidak menemukan racun yang termasuk dalam daftar zat yang diuji, sehingga pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan.
Dalam keterangannya, KWS menyatakan penyelidikan juga mencakup pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan di wilayah terdampak.
"Penyelidikan lingkungan juga sedang dilakukan, termasuk analisis sumber air dan kemungkinan kontaminan lingkungan lainnya di wilayah terdampak, untuk memastikan apakah gajah-gajah tersebut terpapar dari sumber yang sama," demikian pernyataan KWS.
KWS juga menegaskan hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa kondisi yang menyebabkan kematian gajah tersebut dapat menular kepada manusia. (Keysa Qanita)
Baca juga: Kebijakan Konservasi Gajah Kemenhut Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global