Gempa M 5,6 Sinabang Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

Pusat gempa di Sinabang, Aceh, 8 Maret 2026. (tangkapan layar)

Gempa M 5,6 Sinabang Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

Lukman Diah Sari • 8 March 2026 14:58

Medan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi tektonik dengan Magnitudo (M) 5,6 pada Minggu, 8 Maret 2026, pukul 13.05 WIB di wilayah Sinabang, Simeulue, Aceh, akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia," kata Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima, Minggu, 8 Maret 2026. 



Peta guncangan gempa Sinabang. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan Magnitudo 5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,03° LU ; 96,49° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 Km arah Tenggara Sinabang, Aceh pada kedalaman 29 km. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di Simeulue dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Subulussalam dan Aceh Selatan dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 13.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)