Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta dalam acara di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. (Metrotvnews.com)
NTT Jadi Pintu Utama Penguatan Kerja Sama Ekonomi Timor-Leste dan Indonesia
Muhammad Reyhansyah • 2 June 2026 17:48
Jakarta: Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta mengatakan penguatan hubungan ekonomi antara Timor-Leste dan Indonesia perlu terus didorong, dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu pintu utama kerja sama karena kedekatan geografis kedua wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramos-Horta usai menjadi pembicara dalam Leadership Lecture bertema Leadership in Dangerous Times: Human Rights, Nation-Building, and Regional Diplomacy yang diselenggarakan oleh ERIA School of Government di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut dia, sejak kembali terpilih sebagai presiden pada 2022, ia secara khusus mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan investasi antara Timor-Leste dan NTT yang berbagi Pulau Timor.
“Sejak saya kembali terpilih sebagai presiden pada 2022, saya mengambil berbagai inisiatif untuk meningkatkan perdagangan dengan Nusa Tenggara Timur yang berada tepat di sebelah kami. Dan itu sudah mulai berjalan,” ujar Ramos-Horta kepada awak media.
Ia mengatakan kerja sama ekonomi dengan Indonesia tidak hanya berkembang di wilayah perbatasan, tetapi juga mulai menarik minat investor dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Ramos-Horta, saat ini terdapat rencana investasi pembangunan hotel bintang lima oleh kelompok investor Indonesia di Timor-Leste.
“Kami sedang menyelesaikan beberapa hal terkait lahan dan kemungkinan dalam beberapa hari ke depan akan ada penandatanganan untuk pembangunan hotel bintang lima oleh investor Indonesia,” katanya.
Hubungan Dagang dengan Indonesia
Ramos-Horta menilai hubungan ekonomi kedua negara saat ini sudah sangat kuat. Ia menyebut sekitar 70 persen perdagangan Timor-Leste berkaitan dengan Indonesia.Selain itu, sejumlah perusahaan Indonesia juga telah memiliki kehadiran yang signifikan di Timor-Leste, Pertamina dan Telkomsel.
“Kami membeli minyak, kami mendapatkan pasokan minyak dari Pertamina. Telkomsel juga sangat hadir di Timor-Leste. Saya kira sekitar 70 persen perdagangan kami terkait dengan Indonesia,” jelasnya.
Ramos-Horta menggambarkan produk Indonesia dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Timor-Leste, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga alat produksi.
“Ke mana pun Anda pergi di Timor-Leste, dari desa ke desa, Anda akan menemukan mi instan, air mineral, pakaian, sepatu, sepeda motor, sepeda hingga traktor dari Indonesia,” lanjutnya.
Investasi Rumput Laut dan Peternakan
Selain sektor perdagangan, Ramos-Horta berharap investasi Indonesia terus berkembang ke sektor-sektor produktif yang menjadi unggulan Timor-Leste. Ia menyebut sejumlah bidang yang tengah dijajaki antara lain budidaya rumput laut, lobster, kepiting, hingga peternakan sapi.Menurutnya, terdapat peluang kerja sama antara investor dari NTT maupun Jakarta dengan pelaku usaha di Timor-Leste untuk mengembangkan sektor tersebut.
Ramos-Horta mencontohkan pengembangan peternakan sapi di wilayah Suai yang berada dekat perbatasan Indonesia. Dalam skema tersebut, sapi dari Brasil didatangkan ke Timor-Leste untuk dikembangbiakkan sebelum dipasarkan ke Indonesia.
Baca juga: Timor-Leste Sebut Indonesia Contoh Negara Demokrasi yang Mampu Kelola Keberagaman