Pemadaman listrik pada wilayah operasi kilang Pertamina Patra Niaga dalam rangka Earth Hour 2026. Foto: dok Pertamina Patra Niaga.
Pertamina Patra Niaga Hemat Listrik 9 MW di Peringatan Earth Hour
Husen Miftahudin • 30 March 2026 12:13
Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga berkontribusi dalam aksi Earth Hour 2026 di seluruh wilayah operasi kilang. Kegiatan dilakukan melalui pemadaman lampu secara serentak di Komplek Perumahan kilang dan perkantoran selama satu jam pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kegiatan dilakukan di seluruh wilayah operasi kilang mulai dari Kilang Dumai, Kilang Plaju, Kilang Cilacap, Kilang Balikpapan, Kilang Balongan hingga Kilang Kasim. Kegiatan Earth Hour merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF).
"Pertamina Patra Niaga khususnya di lingkungan kilang telah melaksanakan kegiatan Earth Hour sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk terus mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi baik pekerja, mitra kerja dan keluarga," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun dikutip dari siaran pers, Senin, 30 Maret 2026.
Para pekerja Pertamina Patra Niaga bersama dengan masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati Earth Hour sebagai bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Kegiatan global ini dilakukan dengan mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam, sebagai simbol komitmen dalam menghemat energi dan melindungi bumi.
"Earth Hour yang diperingati setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan," kata Roberth.
| Baca juga: Konsumsi BBM Pertamax Series Naik hingga 30% Selama Ramadan-Lebaran |
Terapkan kebiasaan hemat energi
Roberth mengatakan Earth Hour bukan sekadar mematikan lampu selama satu jam, tetapi merupakan pengingat dimana perubahan kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten. "Penghematan energi, pengurangan emisi karbon, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tujuan utama dari gerakan ini," jelas Roberth.
Aksi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga juga diharapkan dapat menjadi contoh nyata untuk mengajak masyarakat untuk tidak hanya berpartisipasi selama satu jam, tetapi juga menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
"Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, serta bijak menggunakan energi dapat membantu menjaga kelestarian bumi," ujar Roberth.

(Pemadaman listrik pada wilayah operasi kilang Pertamina Patra Niaga dalam rangka Earth Hour 2026. Foto: dok Pertamina Patra Niaga)
Hemat listrik 9 MW
Roberth menyampaikan kegiatan pemadaman listrik yang dilakukan selama satu jam tersebut di seluruh wilayah kilang menghemat listrik lebih kurang sembilan megawatt (MW), menghilangkan emisi CO2 sekitar enam ton CO2 Eq, dan menghemat pemakaian setara BBM lebih dari dua ribu liter.
"Peringatan Earth Hour ini hanyalah simbolisasi. Namun yang terpenting, perilaku hemat energi harus menjadi budaya kita sehari-hari, dan harus dimulai sedini mungkin. Ayo kita jaga lingkungan kita. Lingkungan nyaman, kita pun ikut nyaman," kata Roberth.
Roberth juga menjelaskan aktivasi Earth Hour Pertamina Patra Niaga ini sebagai langkah kampanye hemat energi dengan menggunakan energi secukupnya dalam kewajaran.
"Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan upaya hemat energi dan menggunakan energi secara wajar serta tidak panic buying," tutur Roberth.