4 Karhutla Terjadi di Sumedang Selama Juni 2026

BPBD Sumedang memadamkan api peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Tomo, Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (28/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Sumedang.

4 Karhutla Terjadi di Sumedang Selama Juni 2026

Lukman Diah Sari • 29 June 2026 16:12

Sumedang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Juni 2026, seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumedang Hendar mengatakan, empat kejadian tersebut terjadi di wilayah Tomo, Cibereum, Ciherang, dan Margalaksana yang memiliki didominasi vegetasi kering sehingga api lebih mudah menyebar.

"Empat kejadian karhutla yang terjadi selama Juni, setidaknya hingga hari ini, berada di wilayah Tomo, Cibereum, Ciherang, dan Margalaksana. Kondisi vegetasi yang sudah kering membuat api lebih mudah menjalar ketika muncul sumber panas atau percikan api," kata Hendar di Sumedang, Senin, 29 Juni 2026, melansir Antara.  

Dia mengungkap, terdapat sekitar 12 kejadian kebakaran rumah selain kejadian karhutla pada waktu tersebut, karena potensi kebakaran cenderung meningkat saat musim kemarau. Hendar mengatakan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau menyebabkan rerumputan dan semak mengering, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di kawasan terbuka yang dipenuhi vegetasi.  

Pada kesempatan tersebut, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi pembukaan lahan pada penyebab kebakaran lahan tersebut, melainkan diduga berasal dari kelalaian warga yang menimbulkan api.  

"Kami tidak menemukan indikasi kebakaran itu berasal dari aktivitas pembukaan lahan. Dugaan sementara lebih mengarah pada faktor kelalaian masyarakat, misalnya membuang puntung rokok sembarangan," jelas dia.

Upaya pemdaman lahan di kawasan Perbukitan Batu Kodok, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Sumber: BPBD Kabupaten Situbondo

BPBD terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi cuaca serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Sumedang.

"Dalam kondisi cuaca yang kering seperti sekarang, api sangat cepat membesar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering selama musim kemarau berlangsung.

Ia berharap kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan selama musim kemarau sehingga jumlah kejadian karhutla di Kabupaten Sumedang dapat ditekan dan tidak meluas hingga menimbulkan kerugian yang lebih besar.

(Lukman Diah Sari)