Hujan. Dok. Istimewa
Waspada! BMKG Prakirakan Musim Hujan di Sumsel Berlangsung hingga Mei 2026
Achmad Zulfikar Fazli • 8 February 2026 21:59
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatra Selatan masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumatra Selatan, Wandayantolis, mengatakan akhir musim hujan di wilayah Sumsel tidak terjadi secara bersamaan di seluruh daerah.
"Musim hujan di wilayah Sumatra Selatan berkisar sampai dengan akhir April atau awal Mei mendatang. Rentang akhir musim hujan itu berada di sebagian wilayah, sehingga tidak seluruh wilayah secara bersamaan langsung berakhir musim hujan,” kata Wandayantolis di Palembang, dilansir dari Antara, Minggu, 8 Februari 2026.
Dia menjelaskan peningkatan curah hujan masih berpotensi terjadi pada Februari hingga April 2026, dengan kisaran intensitas antara 100 hingga 300 milimeter di beberapa wilayah.
“Secara umum pada Februari hingga April dominan curah hujan pada kisaran intensitas 100 hingga 300 mm. Daerah yang rawan bencana hidrometeorologi diimbau tetap waspada dan terus memantau informasi yang disampaikan BMKG,” jelasn dia.
Baca Juga:
Warga Jakarta Sudah Siap Beraktivitas? Yuk Cek Dulu Cuaca Hari Ini |
Curah hujan yang relatif tinggi tersebut berpotensi menimbulkan genangan air, banjir akibat luapan sungai, serta tanah longsor, khususnya di wilayah dengan kontur tanah labil dan daerah aliran sungai.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan dataran rendah agar meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca dan lingkungan sekitar.
Menjelang berakhirnya musim hujan, curah hujan harian diprakirakan mulai menurun, sehingga potensi bencana hidrometeorologi berkurang.
Namun, setelah musim hujan, wilayah Sumsel akan memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Setelah musim hujan akan terjadi kemarau. Di wilayah Sumatra Selatan, potensi bencana pada saat itu adalah kebakaran hutan dan lahan,” kata Wandayantolis.