Presiden Prabowo Subianto. Foto: dok BPMI.
Prabowo Jelaskan Sumber Anggaran MBG hingga Kopdes Merah Putih
Husen Miftahudin • 13 February 2026 21:21
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menjelaskan asal sumber anggaran untuk sejumlah program prioritas utama pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), hingga Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kepala Negara menyebut, sumber anggaran untuk program prioritas itu berasal dari efisiensi atau penghematan anggaran negara. Ini sudah didengungkan Prabowo sejak awal menjabat dimana dia berhasil melakukan penghematan anggaran sebanyak Rp308 triliun atau sekitar USD18 miliar.
"Di akhir tahun 2025 pun kita lakukan dan kita melihat hasil dari penghematan tersebut. Uang penghematan inilah yang kita pakai untuk MBG dan sebagainya. Uang yang habis untuk hal-hal yang tidak produktif, kita alihkan ke hal-hal yang produktif," ungkap Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang disiarkan secara langsung pada tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 13 Februari 2026.
"Kita mengeluarkan semua yang bersifat tidak produktif, seperti perjalanan ke luar negeri, seremoni-seremoni yang tidak perlu, rapat, seminar, FGD (Focus Gorup Discussion), kajian, analisa, dan sebagainya," tambah dia.
| Baca juga: Mimpi Besar Prabowo di Indonesia Incorporated: Kita Harus Bangkit Jadi Raksasa! |
Capaian dan target MBG
Prabowo menjelaskan, program MBG saat ini telah menyalurkan sebanyak 60,2 juta porsi makan kepada seluruh penerima manfaat seperti anak-anak, ibu hamil, hingga orang tua lanjut usia (lansia). Jumlah itu setara dengan seluruh penduduk Afrika Selatan.
Jika dijumlahkan, lanjut Prabowo, program MBG telah memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 4,5 miliar porsi makanan kepada seluruh penerima manfaat. Meski diakui Prabowo, terdapat 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab.
Sementara itu, jumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekarang sudah mencapai lebih dari 23 ribu unit. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai puncaknya sebanyak 30 ribu unit.
Sementara jumlah penerima manfaat MBG yang saat ini mencapai sebanyak 60,2 juta orang akan mencapai puncaknya menjadi lebih dari 82 juta orang.
"Setiap dapur mempekerjakan 50 orang. Dari MBG saja sekarang sudah lebih dari satu juta orang bekerja, di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja setiap hari," urai Prabowo.
Ia menambahkan, setiap dapur SPPG sudah menimbulkan 5-10 pemasok supplier yang masing-masing pemasok memiliki 3-5 petani yang bekerja. Kondisi tersebut membuat ekonomi desa menjadi hidup.
"Petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu. Semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh, karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, terjamin. Ini menimbulkan ekonomi dari bawah," terang Prabowo.
"Para kepala daerah melaporkan bahwa mereka merasakan dinamisme dari bawah. Ini hanya salah satu bukti awal dari satu tahun kita bekerja, dan ini akan terus kita buktikan dengan hasil nyata," tegas Prabowo menambahkan.

(Presiden Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026. Foto: Tangkapan layar Breaking News Metro TV)
Bangun 1.000 Desa Nelayan hingga 30 ribu koperasi berdiri
Prabowo menambahkan, ia menargetkan pembangunan 1.000 Desa Nelayan rampung hingga akhir 2026. Itu penting guna memberikan keberpihakan kepada nelayan yang dinilainya sampai saat ini belum mendapat perhatian optimal dari negara.
"Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan. Desa nelayan tahun 2026 ini akan mencapai 1.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada yang 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan yang selama Republik Indonesia berdiri belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia," ucap Prabowo.
Presiden kedelapan Indonesia itu menjelaskan, pembangunan Desa Nelayan akan dilakukan secara terintegrasi. Setiap desa akan dilengkapi dengan pabrik es, dermaga, hingga distribusi kapal dan kendaraan pendukung logistik.
Begitu pula halnya dengan Kopdes Merah Putih yang akan dalam beberapa bulan mendatang akan terbangun ratusan unit. Saat ini sendiri, total Kopdes Merah Putih yang sudah hampir berdiri tercatat sebanyak 30 ribu unit.
"Tiap koperasi punya gudang, cold storage, gerai-gerai. Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik akan sampai. Akan ada klinik desa, akan ada gerai untuk super mikro financing untuk membantu menghilangkan peran dari rentenir. Kita akan beri bunga yang sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka," tegas Presiden.
"Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran. Dan ini semua anggarannya sudah ada, karena sepuluh tahun kita sudah beri dana desa kepada desa-desa kita. Selama 10 tahun ini kita harus akui, banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat," tambah Prabowo.