Ilustrasi gerhana. Foto: Pexels/Maxwell Fury
Mengenal Shadow Bands dan Link Streaming Gerhana Matahari Total
Muhamad Marup • 12 August 2026 21:01
Jakarta: Fenomena astronomi langka yaitu gerhana matahari total diprediksi akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Gerhana matahari total menandai beberapa fenomena, salah satunya shadow bands atau pita bayangan.
Melansir NASA dari Media Indonesia, shadow bands merupakan pola cahaya yang bergerak cepat dan tampak seperti gelombang. Fenomena serupa dapat muncul kembali setelah totalitas berakhir, tetapi sifatnya sangat samar sehingga tidak selalu mudah diamati atau direkam.
Shadow bands biasanya terjadi satu hingga dua menit sebelum gerhana Matahari total mencapai fase totalitas. Fenomena tersebut berupa pita gelap dan terang dapat muncul di permukaan berwarna putih atau terang.
Pita ini bukan bayangan Bulan yang bergerak di permukaan Bumi. Saat Bulan hampir sepenuhnya menutupi Matahari, sumber cahaya yang tersisa berbentuk sabit sangat tipis. Cahaya dari sabit tersebut kemudian melewati atmosfer Bumi yang memiliki sel-sel udara turbulen.
Gangguan atmosfer itu mendistorsi cahaya dan menghasilkan pola terang-gelap yang bergerak di permukaan, mirip dengan efek atmosfer yang membuat cahaya bintang tampak berkelap-kelip.
Karena pola tersebut berasal dari cahaya Matahari yang sangat tipis dan kondisi atmosfer yang berubah-ubah, bentuk serta kecepatannya dapat berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain.
Gerhana Matahari ilustrasi. Dok Freepik.
Pita biasanya lebih mudah terlihat pada permukaan terang, seperti dinding putih, tanah, atau kain. NASA juga mencatat bahwa fenomena ini dapat sangat samar dan sulit difoto.Penyebab dan Dampak Shadow Bands
Kemunculan pita bayangan sangat bergantung pada kondisi atmosfer saat gerhana berlangsung. Turbulensi atmosfer dapat mengubah atau mendistorsi jalannya cahaya dariMatahari yang berbentuk sabit mengalami pemusatan dan penyebaran secara bergantian. Karena gerakan udara berbeda pada setiap lokasi dan setiap gerhana, arah, kecepatan, serta intensitas pita bayangan sulit diprediksi.
NASA bahkan mencatat bahwa fenomena ini belum sepenuhnya dipahami dan tidak selalu muncul pada setiap gerhana. Pita bayangan biasanya hanya berlangsung sangat singkat, sehingga dampaknya bukan berupa bahaya bagi manusia, melainkan perubahan visual yang menandai semakin dekatnya totalitas.
Setelah fenomena ini, pengamat dapat melihat rangkaian peristiwa lain. Sinar Matahari yang melewati lembah-lembah pada tepi Bulan menghasilkan Baily’s Beads, sebelum akhirnya hanya menyisakan satu titik cahaya yang membentuk cincin berlian bersama korona Matahari
Ketika cincin berlian menghilang, totalitas dimulai dan permukaan Matahari yang terang tertutup sepenuhnya. Sebaliknya, ketika cahaya Matahari mulai muncul kembali di akhir totalitas, Baily’s Beads, cincin berlian, dan pita bayangan dapat terlihat lagi dalam urutan berlawanan.
Link Streaming Gerhana Matahari
National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan mengadakan live streaming sehingga masyarakat di wilayah yang tidak dilewati oleh jalur gerhana matahari total dapat turut menyaksikan fenomena ini. Live streaming akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus pukul 13.15 (EDT), atau Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 00.15 WIBSiaran langsung ini dapat ditonton melalui laman resmi NASA https://www.nasa.gov/live Badan Antariksa Eropa (ESA) juga menyediakan layanan live streaming dengan waktu yang sama, yaitu Kamis 13 Agustus pukul 00.15 WIB melalui tautan https://watch.esa.int/.
Siaran langsung akan dilakukan dari Observatorio Astrofísico de Javalambre di Teruel, Spanyol, dengan panduan dari Maggie Aderin selaku ilmuwan antariksa dan komunikator sains.