Gempa Kolombia menewaskan ratusan warga. Foto: Viory
Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 265 Orang, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung
Muhammad Reyhansyah • 13 August 2026 09:22
Bogota: Pemerintah Kolombia menetapkan tiga hari berkabung nasional setelah gempa berkekuatan 7,4 magnitudo menewaskan sedikitnya 265 orang.
Sebanyak 3.494 orang lainnya terluka dan 496 orang masih dinyatakan hilang.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengumumkan masa berkabung tersebut dan memerintahkan seluruh bendera nasional di gedung pemerintah serta kantor diplomatik dikibarkan setengah tiang.
Gempa terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 pukul 07.34 waktu setempat di dekat San Jose del Palmar, Provinsi Choco, dengan kedalaman 107 kilometer. Gempa tersebut disebut sebagai yang paling mematikan di Kolombia sepanjang abad ini.
Tim penyelamat terus melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Pereira dan Cali, dengan menggunakan alat berat, anjing pelacak, serta rantai manusia untuk mencari korban yang masih hilang.
"Upaya kami difokuskan pada mereka yang masih hilang," kata De La Espriella, dikutip dari TRT World, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Risiko Bencana Kolombia (UNGRD), gempa tersebut menghancurkan 9.215 rumah dan merusak 45.457 lainnya sehingga pemerintah menetapkan status bencana nasional.
UNGRD mengatakan pemerintah memprioritaskan pengerahan tim penyelamat teknis dari Amerika Serikat, Israel, Ekuador, dan El Salvador. Kebijakan tersebut menuai kritik dari mantan Presiden Gustavo Petro yang menilai bantuan kemanusiaan seharusnya tidak dibatasi berdasarkan pertimbangan politik.
Pemerintah kemudian menegaskan bahwa Kolombia tidak secara resmi menolak bantuan dari negara mana pun. Kelompok relawan asal Meksiko, Brigada Internacional de Rescate Topos Azteca, juga telah tiba di Cali untuk membantu operasi pencarian.
Dampak gempa paling parah terjadi di wilayah pedesaan dekat episentrum. Di El Cairo, Valle del Cauca, sekitar 80 persen infrastruktur perkotaan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sekitar 10 persen bangunan roboh sepenuhnya.