Ketua DPR RI Puan Maharani saat pembukaan sidang tahunan DPR. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
Puan Maharani Tekankan Persatuan sebagai Kunci Pembangunan Indonesia
Lukman Diah Sari • 14 August 2026 16:20
Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani menilai persatuan dan kesatuan menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia sebagai bangsa yang maju. Menurutnya keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat menjadi kekuatan ketika seluruh elemen bangsa memiliki tujuan bersama.
"Persatuan dan kesatuan bukan sekadar cita-cita, melainkan prasyarat bagi keberhasilan pembangunan nasional," kata Puan saat Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, persatuan membantu seluruh elemen bangsa menghadapi berbagai tantangan dengan mengutamakan kepentingan bersama. Ketika masyarakat saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bangsa, pembangunan dapat berjalan lebih efektif sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Puan juga melihat keberagaman bukan sebagai penghalang dalam membangun Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, hingga pilihan politik merupakan bagian dari kehidupan bangsa yang dapat disatukan oleh cita-cita dan tujuan bersama.

"Rumah yang dibangun oleh sejarah, dipersatukan oleh Pancasila, dan diwariskan kepada setiap generasi untuk dijaga bersama. Di dalam rumah itu, setiap warga negara merasa dihormati martabatnya, dilindungi hak-haknya, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi bagi bangsa dan negara," jelas Puan.
Ia menegaskan persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan. Sebaliknya, persatuan memberikan ruang bagi keberagaman untuk tumbuh dalam satu tujuan kebangsaan.
"Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, bahasa, maupun pilihan politik, tetapi kita tetap memiliki satu tujuan yang sama, berada dalam rumah kebangsaan yang sama, berlindung di dalam rumah kebangsaan yang sama," ungkapnya. Puan mengajak seluruh masyarakat menjaga rasa memiliki terhadap Indonesia sebagai rumah bersama. Menurutnya, rasa tanggung jawab tersebut penting agar perbedaan tidak mengurangi semangat untuk membangun dan merawat kehidupan berbangsa.
"Sejarah juga mengajarkan bahwa tidak ada persatuan dan kesatuan bangsa yang akan tetap kokoh hanya karena diwariskan. Persatuan harus terus dipelihara, diperkuat, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," jelas Puan.
Ia menyebut tanggung jawab menjaga persatuan berada di tangan seluruh elemen bangsa, termasuk para penyelenggara negara. Setiap kebijakan dan keputusan diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Indonesia sebagai rumah bersama.
"Selama keyakinan itu tetap terjaga, maka persatuan dan kesatuan Indonesia akan tetap kokoh sebagai fondasi bagi Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat," ujar Puan.
Pesan tersebut menempatkan persatuan bukan hanya sebagai nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai modal sosial untuk memperkuat pembangunan. Dengan menjaga keberagaman dan semangat gotong royong, Indonesia diharapkan dapat terus bergerak menuju kemajuan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.