IES 2026 akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dari berbagai negara, termasuk menteri, investor, dan lembaga global.
Indonesia Economic Summit 2026 Akan Hadirkan Deretan Menteri hingga Tokoh Global
Willy Haryono • 26 January 2026 14:48
Jakarta: Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC) diproyeksikan akan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, menteri, serta pelaku usaha global, seiring upaya memperkuat peran forum tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers IES 2026. Tahun ini, IES mengusung tema Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity dan akan digelar pada 3–4 Februari 2026.
Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, mengatakan IES 2026 akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dari Indonesia dan berbagai negara. Menurutnya, kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap potensi ekonomi Indonesia.
“Tahun ini ada sekitar 100 pembicara dari Indonesia dan berbagai negara yang akan hadir di IES 2026. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Arsjad.
Dari jajaran pemerintah, sejumlah menteri dan pengambil kebijakan dipastikan hadir, antara lain Agus Harimurti Yudhoyono, Luhut Binsar Pandjaitan, serta perwakilan dari Badan Pengelola Investasi Danantara.
Danantara akan hadir sebagai perwakilan sovereign wealth fund Indonesia yang dijadwalkan berdialog dengan investor global. Dari sektor internasional, delegasi juga akan datang dari berbagai kawasan, termasuk Australia dan Kanada.
Australia akan diwakili oleh Nicholas Moore sebagai utusan khusus untuk Indonesia, sementara Kanada mengirimkan Menteri Mary Ng. Selain itu, partisipasi juga datang dari kawasan Timur Tengah, termasuk Abdullah Saleh Kamel, Presiden Islamic Chamber of Commerce and Development.
Dari sektor swasta, sejumlah perusahaan regional dan global dijadwalkan hadir, seperti Sunway Group, AirAsia, Sembcorp, serta ExxonMobil. Mereka akan berdiskusi bersama pimpinan perbankan dan perwakilan kamar dagang internasional, termasuk British Chamber of Commerce dan Singapore Business Federation.
Forum ini juga akan melibatkan lembaga multilateral dan think tank global, seperti OECD, World Bank, Asian Development Bank (ADB), serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Dari kalangan akademisi, perwakilan National University of Singapore (NUS) dan Australian National University turut dijadwalkan menjadi pembicara.
Sementara itu, CEO IBC Sofyan Djalil menilai forum ini penting untuk merespons perubahan global yang semakin cepat.
“Dalam dunia yang berubah sangat cepat, pendekatan lama sudah tidak relevan. Forum ini akan membahas model pertumbuhan ekonomi yang lebih sesuai dengan realitas baru Indonesia,” ujarnya.
Dengan komposisi pembicara tersebut, IES 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan kerja sama konkret bagi penguatan ekonomi nasional. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: IBC Targetkan IES 2026 Hasilkan Dampak Nyata bagi Perekonomian Nasional