Pangkas Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi, Segini Harga Lengkap Harga BBM di Malaysia

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Pangkas Harga Bensin dan Solar Nonsubsidi, Segini Harga Lengkap Harga BBM di Malaysia

Husen Miftahudin • 1 July 2026 15:35

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar nonsubsidi sebesar 10 sen untuk periode 1 hingga 8 Juli 2026. Kebijakan ini diambil seiring penurunan rata-rata harga pasar internasional pada pekan sebelumnya.

"Selaras dengan formula Automatic Pricing Mechanism (APM), harga eceran bensin dan solar nonsubsidi untuk pekan ini diturunkan seiring penurunan rata-rata harga pasar internasional pada pekan sebelumnya," kata Menteri Keuangan Malaysia di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara, Rabu, 1 Juli 2026.

Untuk periode tersebut, harga eceran bensin RON97 diturunkan 10 sen menjadi RM4 per liter, setara sekitar Rp17.527. Sementara harga eceran RON95 nonsubsidi juga turun 10 sen menjadi RM3,37 per liter atau sekitar Rp14.766.

Sedangkan harga eceran solar nonsubsidi dipangkas 10 sen menjadi RM3,97 per liter, setara Rp17.395 per liter. Penyesuaian harga tersebut dilakukan untuk menyelaraskan perkembangan harga baru sekaligus mendukung implementasi kebijakan harga solar bersubsidi yang baru di Malaysia.

Otoritas Malaysia menilai harga minyak mentah di pasar internasional masih menunjukkan tren moderat dibandingkan level tertinggi saat puncak krisis di Asia Barat.

Perkembangan itu didukung oleh tanda-tanda pemulihan aliran pasokan global serta harapan terhadap perundingan konflik di kawasan Asia Barat yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan minyak mentah.
 

Baca juga: Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 1 Juli 2026


(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
 

Pasar minyak global belum stabil


Meski demikian, Pemerintah Malaysia menilai pasar minyak global belum sepenuhnya stabil. Risiko terhadap harga minyak mentah, biaya pengiriman, dan stabilitas pasokan masih tetap ada selama konflik belum mencapai penyelesaian akhir. Selain itu, proses pemulihan rantai pasokan global juga dinilai masih membutuhkan waktu.

Pemerintah Malaysia memastikan pasokan bahan bakar nasional saat ini masih mencukupi. Namun, masyarakat tetap diimbau menggunakan bahan bakar secara hemat.

Otoritas setempat menilai perencanaan perjalanan yang lebih efisien dan pengurangan perjalanan yang tidak mendesak dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan nasional sekaligus menekan beban subsidi energi.

(Husen Miftahudin)