13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026

Mantan pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa marah kepada wartawan di wawancara usai kekalahan Uruguay 1-0 melawan Spanyol. (Dok. ESPN)

13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026

Riza Aslam Khaeron • 8 July 2026 16:40

Jakarta: Laga sengit antara Swiss dan Kolombia yang berakhir pada Selasa, 7 Juli 2026, resmi menandai selesainya babak 16 besar Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini kini bersiap menyongsong babak perempat final atau babak 8 besar.

Sepanjang bergulirnya turnamen hingga saat ini, beberapa pemain telah mengumumkan pensiun dari kancah internasional maupun Piala Dunia usai performa mengecewakan. Namun, para pemain bukanlah satu-satunya pihak yang harus menyudahi masa baktinya akibat hasil minor.

Sejumlah pelatih juga terpaksa angkat kaki dari tim nasional yang mereka asuh, baik karena didepak maupun memilih mundur setelah tim mereka tersingkir. Hingga saat ini, tercatat ada 13 pelatih yang harus meletakkan jabatannya selama gelaran Piala Dunia 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya:
 

1. Sabri Lamouchi - Tunisia

Sabri Lamouchi, yang ditunjuk menggantikan Sami Trabelsi setelah pemecatannya pasca-kekalahan Tunisia di babak 16 besar Piala Afrika 2025 dari Mali pada Januari 2026, menjadi salah satu pelatih pertama yang harus kehilangan pekerjaannya di panggung Piala Dunia 2026.

Langkah Tunisia yang terseok-seok di turnamen ini membuat federasi mengambil tindakan tegas. Lamouchi langsung dipecat tanpa pengumuman setelah Tunisia menderita kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.

Keputusan tersebut memaksa Tunisia melakukan pergantian kemudi di tengah berjalannya kompetisi.

Secara keseluruhan, Lamouchi tercatat hanya memimpin Tunisia dalam lima pertandingan, dengan tiga di antaranya berakhir dengan kekalahan. Berbicara seusai kekalahan dari Swedia, Lamouchi menyebut hasil tersebut sangat menyakitkan.

"Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sangat sulit," kata Lamouchi, mengutip BBC.

"Kami membuat terlalu banyak kesalahan, dan ini bukanlah hal yang boleh kami lakukan. Kami menembak kaki kami sendiri, kami menyakiti diri kami sendiri," tambahnya.
 

2. Herve Renard - Tunisia

Herve Renard kemudian ditunjuk untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Sabri Lamouchi. Namun, masa baktinya bersama skuad El Khadra sangat singkat. Renard gagal mempersembahkan poin penuh di sisa laga fase grup setelah takluk 0-4 dari Jepang dan 1-3 dari Belanda.

Ia pun langsung mengumumkan pengunduran dirinya begitu Tunisia dipastikan tersingkir dari babak penyisihan grup Piala Dunia 2026.

"Petualangan saya berakhir di sini," tulis pelatih berusia 57 tahun tersebut di Instagram, seraya berterima kasih kepada Federasi Sepak Bola Tunisia atas kesempatan untuk melatih tim di Piala Dunia.

Herve Renard tiba di Tunisia dengan reputasi mentereng di sepak bola Afrika. Ia sukses membawa Zambia menjuarai Piala Afrika 2012, lalu mengantar Pantai Gading meraih trofi serupa pada 2015.

Tunisia menjadi tim nasional Afrika keenam yang pernah ditangani oleh Renard. Kehadirannya sempat melambungkan ekspektasi tinggi bagi publik sepak bola negara Afrika Utara tersebut di turnamen ini.
 

3. Steve Clarke - Skotlandia

Steve Clarke memilih mundur sebagai pelatih Skotlandia setelah langkah tim asuhannya dipastikan terhenti di babak awal Piala Dunia 2026.

Clarke mengakhiri masa pengabdian panjangnya yang telah berjalan selama tujuh tahun. Keputusan ini diambil setelah kemenangan Kroasia atas Ghana menutup peluang Skotlandia untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik, memaksa mereka mengepak koper lebih awal dari turnamen.

Sebelumnya, ia sempat menandatangani perpanjangan kontrak untuk memimpin Skotlandia hingga tahun 2030, namun hasil buruk di Piala Dunia 2026 membuat kebersamaan mereka harus berakhir secara prematur.

“Meskipun kita semua kecewa karena harus tersingkir dari Piala Dunia di babak penyisihan grup, kita tidak boleh melupakan kemajuan nyata yang telah dicapai selama tujuh tahun kepemimpinan Steve,” sebut Ian Maxwell, CEO Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA).

“Mulai dari mengawali langkah sebagai tim pot empat pada tahun 2019 hingga memuncaki grup kualifikasi Piala Dunia kami, ia telah memberikan lebih dari sekadar tugas untuk membawa Skotlandia kembali ke turnamen besar,” tambahnya.
 

4. Hong Myung-bo - Korea Selatan

Kisah Hong Myung-bo di Piala Dunia kali ini terbilang cukup unik.

Kegagalan timnya memicu gelombang kritik keras dari publik sepak bola Korea Selatan, mulai dari sensor wajahnya di siaran televisi saat konferensi pers, hingga pelarangan masuk dari pemilik toko di negara Asia Timur tersebut.

Hong akhirnya memutuskan mundur setelah skuad Taeguk Warriors tersingkir di fase grup.

"Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar kami yang mencintai sepak bola Korea dan mendukung tim nasional. Kami tidak memberikan hasil yang diharapkan para penggemar, dan tanggung jawab ini sepenuhnya berada di pundak saya sebagai pelatih kepala," ucapnya, mengutip Yonhap.

Hong sebelumnya juga sempat mengundurkan diri setelah gagal membawa Korea Selatan melaju ke fase gugur pada Piala Dunia 2014 di Brasil, sebelum akhirnya kembali ditunjuk memimpin tim pada tahun 2024.

Ia sebenarnya terikat kontrak hingga Piala Asia 2027, tetapi eliminasi dini di Piala Dunia 2026 memaksa masa jabatan keduanya bersama tim nasional berakhir lebih cepat.
 

5. Miroslav Koubek - Republik Ceko

Miroslav Koubek resmi menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Republik Ceko setelah timnya gagal melaju dari fase grup Piala Dunia 2026, bernasib sama seperti Korea Selatan. Koubek sebenarnya berjasa besar membawa Republik Ceko kembali berlaga di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 20 tahun sejak edisi 2006.

Namun, ia gagal memenuhi ekspektasi publik di Grup A setelah menelan kekalahan 1-2 dari Korea Selatan, imbang 1-1 dengan Afrika Selatan, dan takluk 0-3 dari tim tuan rumah Meksiko.

“Pelatih, terima kasih telah membawa kami kembali ke Piala Dunia setelah penantian 20 tahun,” demikian pernyataan Tim Nasional Sepak Bola Ceko di platform X.
 

6. Julian Nagelsmann - Jerman

Julian Nagelsmann resmi meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional Jerman setelah Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Jerman takluk lewat drama adu penalti dengan skor 3-4 dari Paraguay setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Kekalahan ini memupus harapan Jerman, mengingat mereka terakhir kali melaju jauh dari fase grup saat keluar sebagai juara di edisi 2014. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menyatakan bahwa kerja sama kontrak dengan Nagelsmann diakhiri atas rekomendasi langsung dari Presiden DFB, Bernd Neuendorf.

“Setelah kekecewaan yang begitu menyakitkan, tim ini layak mendapatkan kesempatan untuk memulai awal yang baru secara nyata,” ucap Nagelsmann, mengutip DFB.


Herve Renard di laga Tunisia vs Jepang. (Istimewa)
 

7. Marcelo Bielsa - Uruguay

Marcelo Bielsa memutuskan mundur dari kursi kepelatihan Uruguay menyusul kegagalan total timnya di fase grup Piala Dunia 2026. Uruguay dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan dari Spanyol di laga pamungkas grup, yang menempatkan mereka di dasar klasemen peringkat tiga terbaik dengan hanya mengoleksi dua poin.

Bielsa menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini dan menyebut tidak meninggalkan dampak positif bagi sepak bola Uruguay selama masa baktinya.

"Apa yang saya tinggalkan untuk sepak bola Uruguay? Tidak ada," ucapnya dalam wawancara setelah laga.

"Saya tidak meninggalkan apa pun untuk negara ini. Saya tidak bisa meningkatkan kemampuan para pemain. Saya sedih," tambahnya.
 

8. Ronald Koeman - Belanda

Ronald Koeman memutuskan mundur sebagai pelatih Belanda, salah satu tim yang sangat diunggulkan di turnamen ini, setelah Oranje ditumbangkan oleh Maroko di babak 32 besar. Sebelumnya, Belanda sempat mencatatkan performa yang nyaris sempurna selama fase grup.

Koeman memilih hengkang setelah timnya kalah dalam drama adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir.

"Saya bersyukur dan ingin menyampaikan apresiasi tulus saya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh semua orang yang terlibat dengan Oranje selama kedua periode saya menjabat sebagai pelatih kepala," tulisnya di akun Instagram @ronaldkoeman.
 
Baca Juga:
Jadwal dan Link Download Bagan 8 Besar Piala Dunia 2026, Perempat Final
 

9. Sebastian Beccacece - Ekuador

Sebastian Beccacece mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Ekuador setelah timnya takluk 0-2 dari tuan rumah Meksiko di babak 32 besar.

Di bawah asuhan Beccacece yang menjabat sejak Agustus 2024, skuad La Tricolor sebenarnya tampil luar biasa dengan finis di peringkat kedua kualifikasi zona Amerika Selatan, tepat di belakang sang juara dunia Argentina, untuk mengamankan tiket langsung ke putaran final.

Beccacece juga mampu membawa Ekuador tampil impresif di fase grup dengan menumbangkan Jerman di laga pamungkas. Namun, kekalahan menyakitkan dari Meksiko memaksa Ekuador mengubur mimpi untuk menyamai atau melampaui pencapaian terbaik mereka di kancah Piala Dunia selama ini.

“Kami harus meninggalkan turnamen ini dengan kesedihan, tetapi juga dengan kegembiraan karena kami memiliki sekelompok pemain yang telah menunjukkan komitmen, dan hal itu kelak akan membuahkan hasil," ucap Beccacece mengutip ESPN.
 

10. Carlos Queiroz - Ghana

Carlos Queiroz mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Ghana setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan tipis 0-1 dari Kolombia. Queiroz menanggalkan jabatannya hanya sekitar tiga bulan setelah resmi ditunjuk menukangi The Black Stars.

Meski sempat tampil menjanjikan dengan menahan imbang Inggris 0-0, yang dipimpin oleh kapten sekaligus striker andalan mereka, Harry Kane, Ghana akhirnya harus tersingkir di babak 32 besar setelah takluk dari Kolombia.

"Saya meninggalkan perjalanan ini dengan rasa bangga atas apa yang telah kami capai, tetapi juga dengan ketidakpuasan yang sehat layaknya mereka yang selalu menginginkan lebih banyak," ucapnya di Instagram.
 

11. Jamal Sellami - Yordania

Jamal Sellami resmi berpisah dengan Yordania setelah tim asuhannya gagal mendulang satu poin pun selama gelaran Piala Dunia 2026. Yordania menjadi salah satu tim dengan performa paling tidak konsisten di turnamen ini setelah menelan kekalahan beruntun masing-masing dengan skor 1-3 dari Austria, 1-2 dari Aljazair, dan 1-3 dari Argentina.

"Seiring berakhirnya perjalanan Anda bersama tim nasional Yordania, kami berterima kasih atas upaya dan dedikasi luar biasa Anda, serta atas kontribusi Anda dalam mencapai tonggak sejarah lolosnya tim nasional kami ke Piala Dunia," ucap Pangeran Ali bin Al Hussein, Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, melalui akun X miliknya.
 

12. Javier Aguirre - Meksiko

Javier Aguirre menyudahi masa tugasnya sebagai pelatih Meksiko setelah El Tri takluk 2-3 dari Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hasil ini sekaligus menandai kekalahan pertama bagi tim nasional Meksiko di Stadion Azteca sepanjang sejarah partisipasi mereka.

Aguirre mundur meskipun sebelumnya sempat membawa tim mencatatkan performa impresif lewat empat kemenangan beruntun dengan status clean sheet.

"Saya ingin sekali mengucapkan selamat tinggal kepada masyarakat saya dengan sebuah kemenangan. Itu menyakitkan," kata Aguirre kepada wartawan pada hari Minggu, 5 Juli 2026.
 

13. Roberto Martinez - Portugal

Roberto Martinez memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih Portugal setelah timnya takluk 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar.

Kegagalan Portugal memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kandidat kuat juara ini juga beriringan dengan pengumuman dari sang megabintang, Cristiano Ronaldo, yang memutuskan berpisah dengan panggung Piala Dunia di masa mendatang.

"Saya datang ke Portugal untuk memenangkan Piala Dunia dan saya rasa, tanpa memenangkannya, tidak ada gunanya untuk terus melanjutkannya," ucap Martinez dalam konferensi pers setelah pertandingan.

(Riza Aslam Khaeron)