Model memperagakan kostum kreasinya dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025).
Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Digelar Akhir Pekan Ini
Whisnu Mardiansyah • 8 July 2026 12:40
Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menggelar festival parade busana etnik atau Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Ratusan talenta akan membawakan kostum etnik modern pada akhir pekan depan, Sabtu, 18 Juli 2026.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan tema BEC 2026 adalah "Perang Bayu-The Great War of Blambangan". Tema ini mengisahkan aksi heroik perlawanan rakyat Blambangan Banyuwangi terhadap penjajahan Belanda pada 1771-1772 (VOC) yang menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi.
"BEC bukan sekadar karnaval kostum biasa, namun sebuah mahakarya seni berakar kearifan lokal. Ide dan tema yang diangkat setiap tahun diambil dari seni, budaya, tradisi, sejarah hingga potensi alam Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan karnaval lainnya," ujar Ipuk, seperti dilansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Ipuk memaparkan puluhan kostum etnik yang tampil dalam BEC 2026 memvisualisasikan 5 sub tema yang merepresentasikan berbagai petikan perjuangan pada "Perang Bayu".
Sub tema pertama "Pejuang Blambangan" memvisualisasikan tokoh pahlawan sentral dalam kisah ini, yakni Rempeg Jogopati dan Sayu Wiwit.
Sub tema kedua "Genderang Perang" memvisualisasikan senjata yang digunakan rakyat Banyuwangi saat melawan penjajah, seperti keris, tombak, dan jemparing (panah).
Sub tema ketiga "VOC dan Sekutu" memvisualisasikan penjajah yang menyerang Blambangan, seperti prajurit VOC dan upeti.
Sub tema keempat "Situs Perang" memvisualisasikan tempat berlangsungnya perlawanan terhadap penjajah, seperti Rowo Bayu, Teluk Pang-pang, dan Pelabuhan Grajagan.
Sub tema kelima "Hasil Bumi" memvisualisasikan kekayaan Banyuwangi yang menjadi incaran penjajah, seperti rempah-rempah dan hasil perkebunan.
"Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentu akan sangat menarik untuk melihat semua sub tema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval," kata Ipuk.
.jpg)
Ipuk menambahkan BEC menjadi bagian dalam rangkaian Banyuwangi Attraction 2026 yang digelar sejak 2011. Festival ini juga menjadi agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata setiap tahun sejak 2022.
"Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia mengangkat kearifan lokal. Khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari," tutur Ipuk.
BEC akan mengambil start dari Taman Blambangan dan finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi dengan rute sepanjang 2,5 kilometer.
Rangkaian BEC 2026 akan digelar selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Acara diawali pameran UMKM, disusul BEC Grand Carnival pada 18 Juli, dan ditutup dengan Konser Musik BEC.