Pemimpin Agung Iran, Mojtaba Khamenei (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump. (Khamenei. Ir dan Francis Chung/EPA/EFE)
AS dan Iran Dilaporkan Sepakati MoU Gencatan Senjata, Ini 10 Poinnya
Riza Aslam Khaeron • 29 May 2026 19:14
Jakarta: Perkembangan signifikan terjadi dalam negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan sejak April lalu. Gedung Putih pada Kamis, 28 Mei 2026 mengonfirmasi laporan media berita Axios bahwa para negosiator AS dan Iran telah mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman (MoU).
MoU akan memperpanjang gencatan senjata yang tengah berlangsung selama 60 hari. Namun, sumber AS pejabat AS kepada Axios menjelaskan bahwa Presiden AS Donald Trump masih harus menandatangani MoU tersebut, konfirmasi tersebut kini masih diselimuti beberapa pertanyaan.
MoU akan memperpanjang gencatan senjata yang tengah berlangsung selama 60 hari. Namun, sumber AS pejabat AS kepada Axios menjelaskan bahwa Presiden AS Donald Trump masih harus menandatangani MoU tersebut, konfirmasi tersebut kini masih diselimuti beberapa pertanyaan.
Berikut adalah poin-poin penting isi MoU tersebut.
10 Isi MoU AS dan Iran
.jpeg)
Bendera AS dan Iran. (Andrea Piacquadio dan Aboodi Vesakaran/Pexels)
Bersamaan dengan konfirmasi dari Gedung Putih, stasiun TV Channel 12 Israel menjabarkan poin-poin yang mereka klaim sebagai isi dari MoU antara AS dan Iran, di antaranya:
- Gencatan senjata akan diperpanjang selama 60 hari.
- Pelayaran melewati Selat Hormuz tidak akan dihalangi dan tidak dibatasi, tanpa pungutan biaya, serta bebas dari campur tangan Iran.
- Iran akan membersihkan semua ranjau laut yang telah dipasangnya di selat tersebut dalam waktu 30 hari.
- Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut secara bertahap, sejalan dengan dibukanya kembali jalur pelayaran kapal di selat tersebut.
- Penarikan pasukan militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut sejak awal perang akan bergantung pada tercapainya kesepakatan permanen antara kedua belah pihak, termasuk terkait isu nuklir.
- Iran akan berkomitmen untuk tidak mencari, tidak mengembangkan, dan tidak membeli senjata nuklir.
- Iran berkomitmen bahwa isu-isu pertama yang akan dibahas dalam negosiasi perjanjian permanen—yang dimulai segera setelah MoU ditandatangani—adalah cara pembuangan cadangan uranium yang diperkaya serta pembatasan pengayaan uranium di Iran.
- Di sisi lain, AS berjanji bahwa pada akhir negosiasi, mereka akan melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan dana Iran yang dibekukan.
- Selama 60 hari masa perundingan, AS akan menangguhkan beberapa sanksi agar Iran dapat menjual minyak tanpa batasan.
- Perpanjangan gencatan senjata 60 hari ini juga akan berlaku untuk Lebanon, tetapi Israel tetap diizinkan bertindak melawan ancaman langsung dari Hizbullah.
"Jika selama pembicaraan terbukti bahwa Iran tidak dapat memenuhi komitmennya terkait isu nuklir, Trump akan menyiapkan semua opsi di atas meja—baik ekonomi maupun militer," sebut sumber tersebut.
| Baca Juga: Iran Sebut Laporan Finalisasi Kesepakatan dengan AS Tidak Akurat |
Trump dan Mojtaba Belum Setuju
Namun, ketika berita ini disusun, belum ada konfirmasi bahwa kedua pemimpin negara, yaitu Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei, telah menyetujui MoU tersebut.Menurut penuturan sumber AS kepada Axios, Trump ingin meluangkan waktu beberapa hari untuk memikirkannya sebelum mengambil keputusan. Trump diperkirakan akan memutuskan apakah ia akan menyetujui MoU tersebut dalam dua hari ke depan.
Sementara itu, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran membantah draf usulan nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah difinalisasi.
Sumber tersebut memberi tahu Tasnim bahwa laporan yang menyebut draf tersebut hanya tinggal menunggu pengumuman resmi dari kedua belah pihak adalah "tidak sesuai dengan fakta." Ia menambahkan bahwa dokumen itu "belum sepenuhnya final."
Seorang pejabat Israel juga menyatakan kepada Channel 12 bahwa tidak ada indikasi Mojtaba telah menyetujui poin-poin tersebut, sehingga "tidak ada yang perlu disetujui oleh Trump”.
Meskipun demikian, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan pada hari Jumat, 29 Mei 2026 bahwa pihak AS dan Iran "belum sampai di sana [mencapai kesepakatan]," tetapi kedua belah pihak sudah sangat dekat.