Tingkatkan Keselamatan Wisata Maritim, Jasaraharja Putera Gandeng INSA dan BKI

PT Jasaraharja Putera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan INSA, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). (Istimewa)

Tingkatkan Keselamatan Wisata Maritim, Jasaraharja Putera Gandeng INSA dan BKI

Lukman Diah Sari • 9 August 2026 19:02

Denpasar: PT Jasaraharja Putera memperkuat sinergi dengan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri melalui ajang INSA Yacht Festival (IYF) 2026. Festival yang digelar oleh Indonesian National Shipowners' Association (INSA) di Bali pada 7–9 Agustus 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan risiko demi menciptakan aktivitas wisata bahari yang aman dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, PT Jasaraharja Putera menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan INSA, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan industri pelayaran melalui peningkatan standar keselamatan, kelayakan teknis kapal wisata, dan pengelolaan risiko maritim.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, Direktur Utama BKI Rochmat Benny Susanto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama Delil Khairat.

Ajang maritim ini turut dihadiri oleh Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong terciptanya ekosistem wisata bahari yang berdampak positif pada ekonomi sekaligus terjamin keamanannya.


INSA Yacht Festival (IYF) 2026. (Istimewa)

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menegaskan, kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk membangun pendekatan pengelolaan risiko maritim yang lebih komprehensif.

“Pariwisata merupakan salah satu penopang utama perekonomian bangsa. Melalui pariwisata yang berkeselamatan, kita tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga secara nyata mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan yang berkunjung. Bersama para stakeholder, kami berkomitmen berkontribusi nyata dalam membangun industri wisata yang berkeselamatan. Hal ini mencakup seluruh pihak, mulai dari pengunjung, destinasi, sarana pendukung, hingga sistem penyelamatan dan evakuasi,” ujar Abdul Haris, dalam keterangan pers, diterima pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Ke depan, sinergi strategis ini diharapkan mampu memberikan kepastian perlindungan bagi para pelaku usaha maupun wisatawan. Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi inovasi solusi asuransi yang dirancang khusus menyesuaikan karakteristik kegiatan pelayaran dan wisata bahari di Indonesia.

(Lukman Diah Sari)