Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Gempur Sistem Radar Oman

Iran mengklaim menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan sistem radar di Oman. (Anadolu Agency)

Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Gempur Sistem Radar Oman

Willy Haryono • 13 July 2026 14:14

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain serta sistem radar pengawasan di Oman pada Senin, 13 Juli 2026.

Mengutip pernyataan Angkatan Laut IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, serangan rudal dan drone tersebut menyasar infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Juffair, Bahrain, serta sistem radar pengawasan udara jarak jauh dan pengawasan maritim di Oman.

IRGC menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari respons Iran terhadap meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan, khususnya di Selat Hormuz.

Tidak lama setelah pengumuman tersebut, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan sirene serangan udara kembali dibunyikan di berbagai wilayah negara itu.

Otoritas Bahrain mengimbau warga dan penduduk untuk tetap tenang serta segera menuju lokasi perlindungan terdekat.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran internasional adalah dengan menghentikan intervensi militer Amerika Serikat di jalur perairan strategis tersebut.

Iran juga meminta Washington menghormati kedaulatan negara-negara pesisir yang berada di sekitar Selat Hormuz.

IRGC memperingatkan bahwa kelanjutan operasi militer Amerika Serikat di kawasan itu berpotensi memicu insiden yang lebih besar dan berdampak langsung terhadap sektor minyak dan gas global.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian insiden terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Pada Minggu, IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim "hingga pemberitahuan lebih lanjut".

Bulan lalu, Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju perjanjian damai permanen.

Namun, meningkatnya aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah berakhir.

Baca juga:  Iran Luncurkan Rudal dan Drone ke Pangkalan Prince Hassan di Yordania

(Willy Haryono)