Petugas melakukan penanganan sementara terhadap tanggul yang jebol dengan menggunakan kisdam atau karung berisi pasir. ANTARA/HO-Dinas PUPR Kota Tangerang
Hujan Deras Sebabkan Banjir di Tangerang, Tanggul Taman Cipulir Ditutup Sementara
Whisnu Mardiansyah • 9 March 2026 10:33
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten menutup sementara tanggul yang bocor di Perumahan Taman Cipulir, Larangan. Upaya ini dilakukan agar luapan air tidak membanjiri permukiman warga menyusul hujan intensitas tinggi sejak Sabtu malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan karung berisi pasir atau kisdam yang telah disiagakan langsung digunakan untuk menutup tanggul yang jebol.
"Untuk penanganan tanggul jebol, kami sudah tutup sementara dengan karung berisi pasir atau kisdam agar luapan tidak terlalu deras. Hari ini kita menunggu kondisi cuaca untuk pekerjaan permanen," kata Taufik seperti dilansir Antara, Senin, 9 Maret 2026.
Penanganan selanjutnya akan dilakukan setelah banjir surut dengan material dan petugas yang sudah siap bekerja. Pasalnya hujan masih berpotensi terjadi pada pekan ini.
"Kami sudah mitigasi, termasuk juga yang meluap dari tanggul, kami pasang kisdam agar tidak terlalu besar luapannya ke pemukiman warga," ujarnya.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang Iwan Nursyamsu menambahkan sejauh ini laporan kebocoran tanggul baru ada di Taman Cipulir. Adapun titik banjir lainnya seperti di Periuk dan Ciledug akibat limpasan air sungai.
"Pemasangan kisdam juga kami lakukan pada titik jembatan Bendungan Polor, Kali Angke, serta titik Periuk Damai RW 08. Dan lainnya masih fokus pada normalisasi dan evakuasi warga," katanya.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu, 7 Maret 2026 malam menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir. Beberapa kawasan yang terendam antara lain Kecamatan Periuk, Karangtengah, dan Pinang.

Tim gabungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir di sejumlah titik pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Dokumentasi/ istimewa.
Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan langkah penanganan darurat telah dilakukan oleh Pemkot Tangerang. Posko darurat dan posko kesehatan telah disiagakan untuk melayani warga terdampak.
"Sejumlah wilayah yang terdampak sudah dilakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Posko darurat dan posko kesehatan juga sudah disiagakan, sementara pompa-pompa air terus dimaksimalkan agar genangan di permukiman warga bisa segera surut," ujar Sachrudin.