Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group Buka Akses Desa Sekumur yang Terisolasi Pascabencana Aceh

Pembukaan akses jalan di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dilakukan oleh Tim Relawan Solidarity for Humanity dari Jhonlin Group (Foto:Dok.MetroTV)

Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group Buka Akses Desa Sekumur yang Terisolasi Pascabencana Aceh

Rosa Anggreati • 26 February 2026 20:05

Aceh Tamiang: Harapan baru akhirnya datang bagi warga Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, setelah sempat terisolasi akibat bencana besar yang melanda wilayah Sumatra pada November 2025. Akses jalan utama yang sebelumnya tertutup lumpur dan tumpukan kayu gelondongan kini berhasil dibuka, memungkinkan bantuan kemanusiaan dan aktivitas warga kembali berjalan.
 
Pembukaan akses jalan tersebut dilakukan oleh Tim Relawan Solidarity for Humanity dari Jhonlin Group. Upaya ini sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
 
Desa Sekumur tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak paling parah. Dari total sekitar 276 rumah warga, hanya delapan unit yang tersisa, sementara ratusan lainnya hancur tersapu banjir bandang. Material berupa lumpur tebal dan kayu gelondongan menutup akses jalan, membuat desa tersebut terisolasi dan sulit dijangkau bantuan.
 

 
Kapten Tim Rescue Jhonlin Group, Rahmatullah, menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur menjadi kendala utama dalam proses distribusi bantuan.
 
"Hampir 300 rumah yang tersisa kurang lebih sekitar delapan rumah saja, selebihnya habis tersapu oleh banjir bandang. Di sini juga keterlambatan bantuan dikarenakan akses yang sangat sulit dan lumayan jauh dari ibu kota kabupaten. Ditambah kesulitan pengiriman alat berat karena beberapa titik jalan utama mengalami longsor. Ini yang menjadi kendala di sini," ujar Rahmatullah.
 
Kehadiran alat berat yang dikerahkan tim relawan menjadi faktor kunci dalam membuka jalur yang sebelumnya tertutup total. Setelah akses berhasil dibuka, distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan lancar.
 
Datuk Penghulu Desa Sekumur, Sofian Iskandar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, tanpa dukungan alat berat, akses desa kemungkinan masih tertutup hingga saat ini.
 
 
"Kami, masyarakat Sekumur, mengucapkan terima kasih atas kehadiran alat berat yang hadir ke desa kami. Itu sangat membantu. Karena kalau tidak ada alat itu, mungkin akses kami tidak terbuka," kata Sofian.
 
Ia menambahkan, tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir telah menutup hampir seluruh jalur akses desa, termasuk jalan utama yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas.
 
"Semua pemukiman kami ditumpuk oleh gelondongan. Arah ke sungai, jalur ke sungai, jalan kami pada umumnya biasanya itu gelondongan semua," ujarnya.
 
Terbukanya akses jalan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. Selain mempermudah masuknya bantuan kemanusiaan, jalur tersebut juga memungkinkan warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap.
 
Pembukaan akses tersebut bukan sekadar membuka jalur transportasi, tetapi juga membuka jalan menuju pemulihan dan kebangkitan Desa Sekumur. Setelah berbulan-bulan terisolasi, kini harapan mulai tumbuh seiring terbukanya kembali konektivitas desa dengan wilayah luar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)