Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Mentarimulia.co.id
Wall Street Pulih saat Ketegangan Greenland Mereda
Husen Miftahudin • 22 January 2026 08:47
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street akhirnya naik pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), memulihkan sebagian besar kerugian sesi sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kemajuan dalam negosiasi mengenai Greenland.
Mengutip Xinhua, Kamis, 22 Januari 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,21 persen menjadi 49.077,23. Indeks S&P 500 bertambah 1,16 persen menjadi 6.875,62, dan Indeks Nasdaq Composite meningkat 1,18 persen menjadi 23.224,82.
Sentimen pasar bergeser positif pada sore hari menyusul pengumuman di media sosial dari Trump, yang menyatakan kerangka kesepakatan masa depan telah ditetapkan selama diskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Berita tersebut memberikan jeda dari retorika tarif agresif yang telah memicu aksi jual global pada Selasa lalu.
Reli tersebut bersifat luas, dengan semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif. Sektor energi dan material memimpin kenaikan, masing-masing memperoleh 2,38 persen dan 1,87 persen, karena saham-saham yang terkait dengan komoditas bereaksi terhadap de-eskalasi geopolitik.
Raksasa teknologi, termasuk Nvidia dan AMD, juga mencatatkan kebangkitan yang signifikan karena investor kembali ke aset-aset dengan pertumbuhan tinggi. Terlepas dari pemulihan pasar saham, pasar obligasi tetap berada di bawah tekanan. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sempat melampaui 4,3 persen selama sesi perdagangan.
Analis di ING mencatat meskipun Greenland dan kepemimpinan Fed telah menciptakan berita utama, kekhawatiran utama bagi pasar utang tetaplah kenaikan imbal hasil di Jepang dan dinamika inflasi yang lebih luas.
| Baca juga: Trump Bantah Keinginan untuk Caplok Greenland karena Mineral Tanah Jarang |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Independensi Fed 'diobrak-abrik'
Sementara itu, Mahkamah Agung AS mendengarkan argumen lisan mengenai upaya kontroversial pemerintah untuk mencopot Lisa Cook dari Dewan Gubernur Federal Reserve.
Para hakim tampak skeptis terhadap kewenangan pemerintah untuk memberhentikan seorang gubernur yang sedang menjabat, dengan para pengamat mencatat putusan yang menentang Gedung Putih dapat dilihat sebagai pembelaan terhadap independensi bank sentral.
Dalam berita perusahaan, musim laporan keuangan kuartal keempat berlanjut dengan hasil yang beragam. Netflix ditutup dengan penurunan 1,94 persen, menyusul laporan triwulanan yang gagal memenuhi ekspektasi investor.
Menurut data Bloomberg, bahkan perusahaan yang melaporkan pendapatan melebihi ekspektasi musim ini menghadapi beberapa reaksi harga saham paling negatif yang pernah tercatat, yang mencerminkan kekhawatiran akan valuasi yang tinggi.