Presiden AS Donald Trump bersama PM Inggris Keir Starmer. (Anadolu Agency)
Trump Kecam Inggris soal Kepulauan Chagos, Kaitkan dengan Ambisi Greenland
Willy Haryono • 21 January 2026 14:13
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap rencana Inggris menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius. Trump menyebut langkah sekutu NATO tersebut sebagai bentuk “kelemahan total” dan “kebodohan besar” yang, menurutnya, berpotensi dimanfaatkan oleh Rusia dan Tiongkok.
Melalui platform Truth Social, Trump menilai keputusan Inggris melepas wilayah strategis itu tidak memiliki dasar yang kuat. Ia bahkan mengaitkan isu tersebut dengan ambisinya mengakuisisi Greenland, dengan menyatakan bahwa kegagalan Inggris mempertahankan wilayahnya menjadi alasan kuat bagi Amerika Serikat untuk “mengamankan” Greenland demi kepentingan keamanan nasional.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 21 Januari 2026, perselisihan ini berpusat pada Diego Garcia, pulau terbesar di Kepulauan Chagos yang sejak pertengahan 1970-an menjadi pangkalan militer gabungan AS–Inggris. Inggris sebelumnya memisahkan kepulauan tersebut dari Mauritius pada 1965 dan memindahkan sekitar 2.000 warga lokal guna membuka jalan bagi pembangunan pangkalan militer strategis itu.
Meski London telah menyepakati transfer kedaulatan kepada Mauritius, Inggris tetap mempertahankan hak sewa pangkalan Diego Garcia selama 99 tahun. Kesepakatan ini mencakup pembayaran tahunan sebesar 101 juta poundsterling, atau sekitar Rp2 triliun, kepada Mauritius, yang diperkirakan akan membebani pembayar pajak Inggris hingga total 3,4 miliar poundsterling sepanjang masa sewa.
Pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer berargumen bahwa kesepakatan tersebut justru bertujuan mencegah China membangun kehadiran militer di pulau-pulau luar Chagos melalui mekanisme hukum internasional. Namun, Trump menilai pelepasan kedaulatan, meski disertai status sewa jangka panjang, tetap mencerminkan kerentanan diplomatik Inggris.
“Di bawah kepemimpinan saya, Amerika Serikat kini dihormati tidak seperti sebelumnya. Saya mendesak Denmark dan sekutu Eropa untuk melakukan hal yang benar terkait Greenland,” ujar Trump. Ia menekankan pentingnya memproyeksikan kekuatan militer di kawasan strategis Arktik dan Samudra Hindia.
Hingga kini, kesepakatan transfer Kepulauan Chagos masih menunggu ratifikasi penuh parlemen Inggris di tengah protes warga kepulauan serta kritik dari faksi oposisi. Sementara itu, pangkalan Diego Garcia tetap beroperasi normal dengan kontrak penggunaan AS yang telah diperpanjang hingga 2034.
Langkah Trump yang mengaitkan isu Chagos dengan Greenland mempertegas arah kebijakan luar negerinya yang agresif, berfokus pada pengamanan aset-aset strategis global guna membendung pengaruh kekuatan asing di wilayah yang dinilai krusial bagi pertahanan Amerika Serikat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Trump Tegaskan NATO Tidak Terlalu Kuat Tanpa Kehadiran AS