Trump Peringatkan Carney soal Kesepakatan Tiongkok yang Dapat Hancurkan Kanada

Presiden AS Donald Trump bersama PM Kanada Mark Carney. (EPA-EFE)

Trump Peringatkan Carney soal Kesepakatan Tiongkok yang Dapat Hancurkan Kanada

Willy Haryono • 25 January 2026 15:10

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100 persen terhadap Kanada jika negara tersebut tetap melanjutkan kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Trump juga memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahwa kesepakatan tersebut dapat membahayakan negaranya.

“Tiongkok akan melahap Kanada hidup-hidup, sepenuhnya memakan habis negara itu, termasuk menghancurkan bisnis, tatanan sosial, dan cara hidup mereka secara umum,” tulis Trump di media sosial Truth Social.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan Tiongkok, maka Kanada akan segera dikenai tarif 100 persen terhadap seluruh barang dan produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat,” tambahnya, dikutip dari India Today, Minggu, 26 Januari 2026.

Dalam sebuah video pada Sabtu, Carney mengimbau warga Kanada untuk membeli produk dalam negeri, namun tidak secara langsung menyinggung ancaman tarif dari Trump.

“Dengan perekonomian kami berada di bawah ancaman dari luar, warga Kanada telah membuat pilihan untuk fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan,” ujar Carney. “Kami tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, tetapi kami bisa menjadi pelanggan terbaik bagi diri kami sendiri.”

Perdana Menteri Kanada bulan ini melakukan kunjungan ke Tiongkok untuk mereset hubungan kedua negara yang sempat menegang dan mencapai kesepakatan dagang dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat. Tak lama setelah kunjungan tersebut, Trump sempat menyampaikan sikap yang terdengar mendukung.

“Itu hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan dagang,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada 16 Januari. “Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda seharusnya melakukannya.”

Namun, Menteri Kanada yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada–AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa tidak ada upaya untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok.

“Tidak ada upaya untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok. Yang dicapai adalah penyelesaian sejumlah isu tarif penting,” tulis LeBlanc di platform X pada Sabtu.

Ketegangan antara AS dan Kanada meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah Carney mengkritik langkah Trump terkait Greenland.

Tekanan terhadap Industri Kanada

Trump pada Sabtu juga menyiratkan bahwa Tiongkok akan mencoba memanfaatkan Kanada untuk menghindari tarif AS.

“Jika Gubernur Carney berpikir dia akan menjadikan Kanada sebagai ‘pelabuhan transit’ bagi Tiongkok untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, maka dia sangat keliru,” kata Trump, menggunakan sebutan “gubernur” yang merujuk pada pernyataannya di masa lalu tentang Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.

Dalam unggahan lain, Trump menulis, “Hal terakhir yang dibutuhkan dunia adalah Tiongkok mengambil alih Kanada. Itu TIDAK akan terjadi, bahkan tidak akan mendekati terjadi!”

Jika ancaman tersebut benar-benar direalisasikan, tarif baru itu akan secara signifikan meningkatkan bea masuk AS terhadap Kanada dan menambah tekanan pada sektor industri Kanada, seperti manufaktur logam, otomotif, dan mesin.

Hubungan Carney dan Trump sebelumnya terlihat relatif stabil hingga Carney pekan ini menyampaikan kritik keras terhadap ambisi Trump terkait Greenland.

Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Carney menyerukan agar negara-negara menerima kenyataan bahwa tatanan global berbasis aturan telah berakhir, serta menunjuk Kanada sebagai contoh bagaimana “kekuatan menengah” dapat bertindak bersama agar tidak menjadi korban hegemoni Amerika.

Meski tidak menyebut Trump atau Amerika Serikat secara langsung, Carney menyatakan bahwa “kekuatan menengah harus bertindak bersama, karena jika Anda tidak duduk di meja perundingan, maka Anda akan menjadi menu.”

Pidato tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para pemimpin dunia dan tokoh industri yang hadir.

Trump kemudian membalas dalam pidatonya sendiri di Davos dengan mengatakan bahwa Kanada “hidup karena Amerika Serikat,” pernyataan yang ditolak Carney.

Kemitraan AS-Kanada

“Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa dalam bidang ekonomi, keamanan, dan pertukaran budaya,” kata Carney di Quebec. “Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kami adalah orang Kanada.”

Sejak itu, Trump memperkeras sikapnya terhadap Kanada, termasuk mencabut undangan Kanada dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang ia gagas untuk menangani konflik internasional dan masa depan Gaza.

Padahal, setelah Carney terpilih tahun lalu, hubungan keduanya sempat terdengar hangat. “Saya pikir hubungan ini akan sangat kuat,” kata Trump kala itu.

Namun bulan ini Trump menyebut perjanjian dagang besar antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang dijadwalkan untuk dinegosiasikan ulang pada Juli, sebagai sesuatu yang “tidak relevan.”

Trump telah berulang kali melontarkan ancaman tarif sejak kembali menjabat sebagai presiden, meski dalam sejumlah kasus ia menundanya atau menarik kembali ancaman tersebut selama proses negosiasi.

Pekan ini, Trump juga mundur dari ancaman tarif terhadap sekutu Eropa setelah pimpinan NATO dan para pemimpin lainnya berjanji meningkatkan keamanan di kawasan Arktik.

“Kami berharap kedua pemerintah dapat segera mencapai pemahaman yang lebih baik untuk meredakan kekhawatiran lebih lanjut bagi dunia usaha yang menghadapi dampak langsung dari ketidakpastian yang meningkat,” kata Matthew Holmes dari Kamar Dagang Kanada dalam sebuah pernyataan.

Baca juga:  Trump Ancam 'Getok' Kanada Tarif 100% Jika Lanjutkan Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)