5 Tanda Rezeki Tidak Berkah yang Perlu Diwaspadai Umat Muslim

Ilustrasi Harta, dok: mtvn

5 Tanda Rezeki Tidak Berkah yang Perlu Diwaspadai Umat Muslim

Putri Purnama Sari • 12 May 2026 20:56

Jakarta: Rezeki merupakan segala bentuk pemberian Allah SWT kepada hamba-Nya mulai dari harta benda, kesehatan, hingga ketenangan batin, yang sejatinya berfungsi sebagai sarana pendukung ibadah.

Namun, dalam pandangan Islam nilai sebuah rezeki tidak hanya diukur dari jumlah nominalnya, melainkan dari keberkahan yang terkandung di dalamnya. 

Terkadang, banyak orang yang merasa memiliki penghasilan besar namun tidak merasakan kebahagiaan atau kemenangan. Hal ini menjadi salah satu penanda bahwa rezeki tersebut kehilangan nilai keberkahannya. Lantas, apa saja ciri rezeki yang tidak berkah menurut Islam? Mengutip laman Baitulmaal Muamalat, berikut penjelasannya!

Ciri Rezeki Tidak Berkah

1. Rezeki Cepat Habis Tanpa Manfaat Jelas

Ciri pertama rezeki dianggap tidak berkah adalah merasa uang seringkali habis tanpa manfaat yang jelas. Misalnya, uang habis hanya untuk memperbaiki barang yang terus menerus rusak atau gaya hidup boros yang tidak memberikan kepuasan batin.

Hal ini menandakan bahwa pemiliknya kehilangan kendali atas manajemen keuangannya sendiri, sebab rezeki tersebut tidak memiliki nilai kebaikan.

2. Tidak Membawa Ketenangan Jiwa

Harta yang tidak berkah seringkali diiringi dengan kegelisahan dan rasa cemas. Misalnya, Anda seringkali takut akan masa depan, memikirkan tagihan, dan sulit tidur nyenyak karena masalah keuangan. Ketenangan batin yang seharusnya menyertai kemakmuran, justru berganti dengan ambisi yang melelahkan dan kegelisahan yang tiada tepi.
 

3. Menjauhkan Diri dari Allah dan Ibadah

Ciri selanjutnya yang menandai rezeki tidak berkah adalah harta justru menjadi dinding pemisah antara hamba dan Tuhannya. Rezeki yang tidak berkah, akan membuat manusia semakin sibuk mengejar dunia hingga lalai akan akhirat.

Salat yang sering ditunda-tunda, malas bersedekah hingga lebih mementingkan urusan dunia menjadi ciri bahwa harta tersebut tidaklah berkah.

4. Menjadi Sumber Konflik dan Permusuhan

Keberkahan rezeki salah satunya terpancar dalam keharmonisan rumah tangga. Harta yang diperoleh dari sumber yang syubhat (diragukan) atau haram seringkali membawa hawa panas ke dalam rumah. Hal ini bisa bermanifestasi dalam bentuk pertengkaran rumah tangga, anak-anak yang sulit dididik, hingga hilangnya rasa hormat antar anggota keluarga. 

5. Menjadi Jembatan Menuju Kemaksiatan

Harta yang tidak berkah akan mendorong raga pemiliknya untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama. Harta tersebut seringkali digunakan untuk melanggar perintah Allah, seperti judi, mabuk, zina atau foya-foya sehingga tidak mendatangkan keberkahan.

Cara Mengembalikan Keberkahan Harta

Ilustrasi uang, dok: istimewa

Masih mengutip dari sumber yang sama, terdapat tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan keberkahan harta, di antaranya:

1. Taubat Nasuha dan Evaluasi Sumber

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan taubat nasuha atau memohon ampun atas segala kelalaian dan kesombongan. Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk mengevaluasi sumber yaitu bertanya kepada diri sendiri apakah sumber penghasilan 100 persen halal dan terhindar dari unsur gharar atau riba.

Diriwayatkan dalam hadis Bukhari, bahwa Rasulullah telah memperingatkan akan datangnya zaman di mana manusia tidak lagi peduli.

Artinya: "Akan datang suatu zaman pada manusia, di mana seseorang tidak lagi peduli dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram." (HR. Bukhari).

2. Tunaikan Zakat

Zakat adalah proses detoksifikasi yang wajib bagi harta. Dengan berzakat harta menjadi bersih dan menghindarkan diri dari sifat tamak dan serakah. Allah ta’ala berfirman:

Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (QS. At-Taubah: 103).

3. Undang Keberkahan dengan Cara yang Sunah

Setelah menunaikan yang wajib, Anda dapat menyempurnakan penyucian dengan memperbanyak sedekah. Dengan bersedekah, seseorang menjadi rutin mengeluarkan hartanya, sehingga tidak menumpuk harta untuk kepentingan pribadi.

(Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)