Apa Itu Pulau Larak? Target AS dan ‘Pos Tarif Tol’ Iran di Selat Hormuz

Pulau Larak. (Persian Planet)

Apa Itu Pulau Larak? Target AS dan ‘Pos Tarif Tol’ Iran di Selat Hormuz

Riza Aslam Khaeron • 31 August 2026 18:46

Jakarta: Amerika Serikat (AS) baru saja melancarkan serangan terhadap target di Iran. Ini merupakan serangan pertama yang dilakukan AS sejak aksi militer terakhirnya ke negara tersebut pada 29 Juli 2026 lalu.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan pasukan Amerika menyerang dengan “terbatas dan presisi” dua peluncur roket di Pulau Larak yang berlokasi di Selat Hormuz.

Pulau Larak, yang terletak di kawasan selat yang saat ini menjadi pusat konflik, dilaporkan sebagai salah satu titik paling strategis bagi rezim Iran dalam mempertahankan penutupan Selat Hormuz.

Serangan AS di pulau tersebut bisa menjadi tanda awal eskalasi baru konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan tersebut. Lantas, seberapa penting sebenarnya peran pulau ini sampai menjadi target AS? Berikut ulasannya.
 

Apa Itu Pulau Larak?


Pulau Larak, Hormuz, Qeshm, dan Bandar Abbas. (Google Maps)


Larak, atau Jazireh-ye Larak, adalah sebuah pulau milik Iran yang terletak di Provinsi Hormozgan, tepat di kawasan laut Selat Hormuz. Pulau ini tergolong kecil, dengan luas wilayah hanya sekitar 49 kilometer persegi dan sebagian besar merupakan padang tandus.

Peran ekonomi dan jumlah populasi sipil di pulau ini terbilang minim. Berdasarkan sensus tahun 2016, pemukiman di pulau tersebut hanya dihuni oleh 421 jiwa yang terbagi dalam 115 rumah tangga. Satu-satunya titik pemukiman berada di Desa Larak yang terletak di sisi utara pulau.

Meski demikian, Pulau Larak memiliki nilai strategis militer yang sangat tinggi.

Pulau ini terletak sekitar 45 km di tenggara Bandar Abbas, pusat markas angkatan laut utama Iran sekaligus salah satu pelabuhan komersial terpenting negara tersebut. Selain itu, Pulau Larak berjarak 18 kilometer di sebelah selatan Pulau Hormuz dan 18 kilometer di sebelah tenggara Pulau Qeshm, pulau terbesar di kawasan teluk Persia.


Lokasi fasilitas angkatan laut IRGC di pulau Larak. (Maritime Executive)

Oleh karena itu, sejak Selat Hormuz ditutup pada Maret lalu, ketiga pulau dan pelabuhan tersebut dilaporkan telah berfungsi sebagai kunci utama bagi Iran dalam mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz dan menjadi pos militer bagi angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)

Berdasarkan laporan dari Maritime Executive pada 5 Maret 2026, Pulau Larak dilaporkan menampung sejumlah fasilitas militer milik Iran.

Fasilitas tersebut mencakup markas dan situs komunikasi IRGC, drone, rudal, serta kapal laut. Sebelum konflik saat ini pecah, dua kapal rudal kelas Peykaap II sebesar 17 meter sering dilaporkan terlihat bertambat di dermaga utama pelabuhan Desa Larak.
 

"Pos Tol" Iran di Selat Hormuz


Ilustrasi "koridor aman" antara pulau Larak dan Hormuz. (Middle East Eye)

Selain berfungsi sebagai pos militer angkatan laut IRGC, Pulau Larak juga dimanfaatkan oleh Iran sebagai "pos tol" di Selat Hormuz. Sejak bulan Maret lalu, Iran dilaporkan telah menerapkan kebijakan tarif tol terhadap kapal yang melintas melalui Selat Hormuz.

Mengutip Al-Jazeera, Iran dilaporkan mengalihkan jalur kapal-kapal yang mereka pilih antara Pulau Hormuz dan Pulau Larak yang berada dalam wilayah negara tersebut sebagai arus masuk, serta di sebelah selatan dekat Pulau Larak sebagai arus keluar.

Jalur ini dipantau dan dikendalikan langsung oleh IRGC sebagai "koridor aman" bagi kapal-kapal yang telah disetujui untuk melintas. Kapal-kapal yang berusaha melintas melalui arus "ilegal" berpotensi mendapat ancaman militer drone maupun rudal.

Masih belum diketahui secara pasti terkait besaran tarif yang dibayarkan kapal-kapal kargo kepada Iran. Laporan dari Lloyd's List pada bulan Maret menyebutkan ada satu kapal yang membayar hingga USD 2 juta sebagai bagian dari kesepakatan untuk transit di selat tersebut.

Kemudian pada bulan Agustus, ketika bernegosiasi dengan Oman, Iran dilaporkan berupaya mengenakan biaya transit sebesar 5% hingga 7% dari total nilai muatan kapal yang ingin melewati selat.
 

Mengapa Pulau Larak Diserang AS?

Pemerintah AS menyatakan bahwa serangan dilakukan untuk menargetkan pasukan penyebar ranjau yang beroperasi dari pulau tersebut. Di sisi lain, pihak Iran mengecam aksi tersebut dan menyebut serangan AS sebagai bentuk agresi.

"Pada dasarnya, Iran menciptakan ancaman dan militer AS mengeliminasinya untuk melindungi pelaut sipil, pelayaran komersial, serta kelancaran perdagangan global," ujar Komando Pusat AS dalam pernyataan resminya pada Minggu malam.

Serangan ini terjadi hanya satu minggu setelah AS mengklaim Selat Hormuz telah "bebas dari ranjau."

Selama konflik berlangsung, Iran diketahui telah menyebar puluhan ranjau di selat tersebut guna mempersempit akses lalu lintas kapal sebagai bagian dari strategi asimetris melawan agresi AS-Israel serta sebagai sumber pendapatan tambahan di tengah krisis ekonomi yang masih melanda negara tersebut hingga saat ini.

"Saya baru saja mendapat informasi dari Angkatan Laut Amerika Serikat bahwa semua ranjau telah diangkat dan/atau diledakkan dari Perairan Internasional Selat Hormuz," tulis Trump di platform Truth Social pada 25 Agustus 2026, sebagaimana dikutip oleh Axios.
 
Mengutip Axios, dua pejabat AS anonim menyatakan bahwa selama beberapa bulan terakhir, drone milik Angkatan Laut AS secara sistematis memindai area tersebut dan menemukan lebih dari 100 objek yang dicurigai sebagai ranjau.

AS juga dilaporkan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengamankan dan meledakkan ranjau-ranjau tersebut. Pada minggu lalu, Trump menegaskan bahwa Angkatan Antariksa AS akan terus memantau kawasan selat secara ketat.

"Tidak ada toleransi terhadap penempatan ranjau yang berlaku penuh mulai saat ini," ucap Trump di Truth Social.

(Riza Aslam Khaeron)