Jurnalis banyak dibunuh oleh Israel dalam perang di Gaza. Foto: Anadolu
PBB: Sekitar 300 Jurnalis Tewas dalam Perang Gaza
Fajar Nugraha • 4 May 2026 17:38
Bern: Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Jalur Gaza kini menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis, dengan sekitar 300 reporter tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia oleh Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk. Ia menilai konflik yang berlangsung telah menjadikan wilayah Gaza sebagai perangkap mematikan bagi pekerja media.
“Pers yang bebas adalah oksigen bagi masyarakat yang bebas dan terbuka,” ujar Turk dalam pernyataannya, seraya menekankan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis di wilayah konflik.
Dilansir dari The Peninsula, PBB juga menyerukan kepada negara-negara untuk tidak hanya menyampaikan kecaman, tetapi mengambil langkah konkret guna memastikan akuntabilitas, melindungi jurnalis, serta membuka akses bagi media internasional untuk meliput secara independen.
Turk menambahkan bahwa jurnalis lokal sering kali menjadi pihak yang paling mampu menyampaikan kondisi nyata di lapangan, sehingga perlindungan terhadap mereka menjadi krusial. Ia juga mendesak pemerintah untuk menyelidiki setiap pelanggaran terhadap jurnalis dan menindak pihak yang bertanggung jawab.
Selain Gaza, situasi di Lebanon juga menjadi sorotan. Turk menyebut negara tersebut sebagai salah satu wilayah paling berbahaya bagi pekerja media pada 2026, meskipun gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Hizbullah telah diberlakukan sejak 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei.
Namun, serangan harian yang masih berlangsung di Lebanon selatan dilaporkan terus menimbulkan korban jiwa dan kerusakan luas pada permukiman warga, menunjukkan kondisi keamanan yang belum stabil bagi jurnalis maupun masyarakat sipil.
(Keysa Qanita)