Perwakilan PMD.ID dan HMNS saat sesi simbolis dalam acara “Celebrate Kartini Day: Just Be You” di Jakarta Design Center. (Foto: Dok. Ist)
Tak Harus Sempurna, PMD.ID Ajak Perempuan Muda Berani Jadi Diri Sendiri di Hari Kartini
Patrick Pinaria • 28 April 2026 20:29
Jakarta: Di tengah tekanan standar sosial yang kerap membuat perempuan merasa harus tampil sempurna, Komunitas Perempuan Masa Depan Indonesia (PMD.ID) menghadirkan ruang aman bagi perempuan muda untuk kembali mengenal dan menerima dirinya.
Melalui acara bertajuk 'Celebrate Kartini Day: Just Be You', PMD.ID mengajak perempuan untuk memaknai Hari Kartini dengan cara yang lebih relevan: berani menjadi diri sendiri tanpa rasa takut akan penilaian.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Design Center ini dihadiri oleh 50 perempuan muda dari berbagai latar belakang. Acara ini menjadi ruang bagi peserta untuk membangun kepercayaan diri, mengekspresikan diri, serta memahami bahwa setiap individu memiliki nilai tanpa harus memenuhi standar tertentu.
PMD.ID berkolaborasi dengan HMNS, brand parfum lokal Indonesia, untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga reflektif. Human Capital Executive HMNS Lisa Darawati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan nilai yang mereka usung, yaitu mendorong individu untuk mengekspresikan diri secara autentik.
"Seperti HMNS yang percaya setiap aroma punya cerita, di Hari Kartini kita merayakan perempuan yang tumbuh, berdaya, dan tetap menjadi dirinya sendiri," ujar Lisa.
Angkat semangat Raden Ajeng Kartini di era sekarang
Founder Perempuan Masa Depan Indonesia, Aulina Riezqi Sabaniyanti, menyampaikan bahwa semangat Kartini saat ini dapat diwujudkan melalui keberanian perempuan untuk bermimpi dan saling mendukung."Setiap perempuan berhak punya mimpi, dan akan lebih mudah tercapai kalau kita saling mendukung," ujar Aulina.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak tumbuh dari persaingan, melainkan dari kolaborasi dan solidaritas.
Belajar percaya diri dari mengenal diri
Dalam sesi talkshow, peserta mendapatkan perspektif dari dua narasumber. Christy Raina, personal color analyst dan Founder Petik Indonesia, menjelaskan bahwa mengenal karakter diri, termasuk melalui warna personal, dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri.
(Foto: Dok. Ist)
Sementara itu, Nabiila Rizq sebagai content creator dan ilustrator membagikan pengalamannya dalam mengekspresikan diri melalui karya dan identitas personal. Ia menilai bahwa menjadi diri sendiri di tengah tekanan sosial merupakan bentuk keberanian yang penting dimiliki perempuan.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah Kartini Walk, di mana peserta diberi kesempatan untuk tampil dan berjalan dengan percaya diri. Tampil bersama parfum HMNS, para peserta menunjukkan bahwa setiap perempuan memiliki cara unik untuk mengekspresikan dirinya.
Sesi refleksi: belajar menerima diri
Pada sesi 'This is Me', peserta diajak untuk melakukan refleksi diri melalui berbagai media seperti tulisan dan gambar. Suasana haru terasa ketika beberapa peserta mulai terbuka terhadap perasaan yang selama ini dipendam dan belajar menerima diri mereka apa adanya.Bukan sekadar acara
Melalui kegiatan ini, PMD.ID ingin menghadirkan ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh dan saling mendukung. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga pemahaman bahwa mereka memiliki nilai dan berhak menentukan masa depan mereka sendiri.Tentang Perempuan Masa Depan Indonesia
Perempuan Masa Depan Indonesia merupakan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan generasi muda melalui program pengembangan diri, literasi, dan kepemimpinan.
Puluhan peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mendorong perempuan muda untuk berani mengekspresikan diri. (Foto: Dok. Ist)
Sejak 2020, PMD.ID terus menghadirkan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya. Berbagai inisiatif yang dihadirkan mencakup kegiatan edukatif, pengembangan karier, hingga ruang refleksi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Melalui pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, PMD.ID berkomitmen untuk mendukung perempuan agar lebih percaya diri dalam mengenal potensi diri, mengambil peran, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan profesional.