Kantor Jasa Marga. (Dok Jasa Marga)
Kuartal I 2026: Jasa Marga Bukukan Laba Rp774,7 Miliar
Lukman Diah Sari • 30 April 2026 10:58
Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengawali tahun 2026 dengan kinerja positif. Pada Kuartal I 2026, Jasa Marga membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4% dari Kuartal I Tahun 2025.
Pendapatan Usaha Jasa Marga merupakan kontribusi dari Pendapatan Tol sebesar Rp4,7 triliun dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp397,6 miliar. Keduanya masing-masing naik sebesar 9,4% dan 24,4% dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha, EBITDA Jasa Marga tercatat sebesar Rp3,4 triliun, meningkat 10,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen.
“Capaian ini mencerminkan konsistensi Perseroan dalam pengendalian beban usaha serta optimalisasi kinerja operasional,” ujar Rivan, dalam rilis resmi diterima pada Kamis, 30 April 2026.
.jpeg)
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono. (Dok Jasa Marga)
Laba Bersih Jasa Marga pada Kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp774,7 miliar. “Angka ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang solid dan akuntabel,” tambah Rivan.
Meski laba bersih sedikit terkoreksi secara year-on-year akibat peningkatan biaya keuangan seiring dengan beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo, Jasa Marga memandang pengoperasian ruas baru ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja usaha ke depan.
Selain itu, Jasa Marga tetap berkomitmen menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang terukur, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang diiringi peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan.
Pengembangan Jalan Tol
Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan volume transaksi di jalan tol sebesar 1,64 persen year-on-year (yoy) atau mencapai 318,8 juta kendaraan pada Kuartal I 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,5 juta kendaraan.Hingga saat ini, Jasa Marga masih menjadi market leader di industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM. Angka ini merepresentasikan 42 persen dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
Selain itu, Jasa Marga terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis yang berada dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, yakni:
- Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi
- Jalan Tol Yogyakarta–Bawen
- Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo
- Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
- Jalan Tol Akses Patimban
“Pertumbuhan yang konsisten pada pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA menjadi indikator kuat terjaganya fundamental bisnis Perseroan. Hal ini mencerminkan kemampuan Jasa Marga dalam menjaga stabilitas kinerja sekaligus memperkuat daya tahan usaha di tengah dinamika industri,” jelas Rivan.
Baca Juga :
“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur. Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan, sekaligus memperkuat peran Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Rivan.
Peningkatan Pelayanan
Dari sisi layanan, Jasa Marga berhasil melayani sekitar 6,9 juta kendaraan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Keberhasilan ini didukung oleh peningkatan kualitas layanan operasional, pemeliharaan infrastruktur jalan tol yang optimal, penambahan petugas dan armada, dan pemanfaatan teknologi terintegrasi melalui Jasamarga Tollroad Command Center.Jasa Marga juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM, serta meningkatkan fasilitas di Travoy Rest dan rest area di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.
Selain itu, melalui program Mudik Gratis BUMN 2026, Jasa Marga memberangkatkan 30 armada bus dengan total sekitar 1.500 peserta menuju berbagai kota di Pulau Jawa, sebagai bentuk kontribusi nyata Jasa Marga dalam mendukung kelancaran mobilitas nasional sekaligus memberikan manfaat sosial selama periode Lebaran 2026. Jasa Marga optimistis kinerja sepanjang tahun 2026 akan semakin kuat melalui implementasi berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan fundamental keuangan. Upaya peningkatan pendapatan dan EBITDA akan terus diakselerasi melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan penyesuaian tarif tol secara terukur.
Dengan didukung oleh struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang lebih terkendali, serta kinerja operasional yang solid, Jasa Marga meyakini dapat terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.