Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Ancam Tokoh Politik dan Militer Venezuela usai Penangkapan Maduro
Willy Haryono • 4 January 2026 09:45
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan para tokoh politik Venezuela bahwa “apa yang terjadi” pada pemimpin mereka, Nicolas Maduro, “bisa terjadi pada mereka” jika mereka tidak memperlakukan rakyat negaranya secara adil.
“Operasi yang sangat berhasil ini seharusnya menjadi peringatan bagi siapa pun yang mengancam kedaulatan Amerika atau membahayakan nyawa warga Amerika,” kata Trump.
“Semua tokoh politik dan militer di Venezuela harus memahami bahwa apa yang terjadi pada Maduro bisa terjadi pada mereka, dan itu akan terjadi jika mereka tidak bersikap adil, bahkan kepada rakyat mereka sendiri," sambungnya, dikutip dari News Max, Minggu, 4 Januari 2026.
Trump menegaskan bahwa embargo terhadap seluruh minyak Venezuela akan tetap diberlakukan sepenuhnya. Ia juga menyatakan bahwa “armada Amerika tetap bersiaga di posisinya” di dekat wilayah Venezuela.
“Amerika Serikat mempertahankan seluruh opsi militer sampai tuntutan kami sepenuhnya dipenuhi dan dipuaskan,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa “diktator dan teroris Maduro akhirnya pergi dan rakyat Venezuela kini bebas. Mereka bebas lagi. Sudah lama mereka menunggu, tetapi kini mereka bebas.”
Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang “lebih aman pagi ini” setelah serangan terarah terhadap Venezuela.
“Ini juga negara yang lebih membanggakan pagi ini karena tidak membiarkan sosok mengerikan ini dan negara yang melakukan hal-hal sangat buruk terhadap kami terus berlangsung,” ujarnya. “Kami tidak membiarkannya terjadi, dan Belahan Bumi Barat kini menjadi tempat yang jauh lebih aman.”
Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa di bawah strategi keamanan nasional pemerintahannya, “dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi.” Ia mengkritik pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang dinilai mengabaikan atau bahkan berkontribusi terhadap meningkatnya ancaman keamanan di kawasan tersebut.
“Kami menegaskan kembali kekuatan Amerika dengan cara yang sangat kuat di kawasan kami, dan kawasan rumah kami kini sangat berbeda dibandingkan waktu yang lalu,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa dominasi Amerika saat ini “jauh lebih besar” dibandingkan masa jabatan pertamanya.
“Semua pihak kembali mendekat kepada kami,” ujar Trump. Menurutnya, masa depan akan ditentukan oleh kemampuan melindungi perdagangan, wilayah, dan sumber daya yang menjadi inti keamanan nasional. Ia juga berjanji akan mengamankan perbatasan Amerika Serikat.
“Kami akan menghentikan teroris, menghancurkan kartel, dan melindungi warga kami dari semua ancaman, baik dari luar maupun dari dalam negeri,” kata Trump.
“Presiden-presiden lain mungkin kekurangan keberanian untuk membela Amerika, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan teroris dan penjahat beroperasi dengan bebas melawan Amerika Serikat," pungkasnya.
Baca juga: Sekjen PBB Sebut Aksi Militer AS di Venezuela Preseden Berbahaya