Ilustrasi Papua/Istimewa
Aspek Komunikasi hingga Kepemimpinan jadi Penentu di Papua Tengah
M Sholahadhin Azhar • 10 September 2024 22:55
Jakarta: Aspek komunikasi politik hingga kepemimpinan menjadi referensi masyarakat Papua Tengah. Khususnya, terkait pemilihan kepala daerah melalui sistem noken.
Hal tersebut tergambar dalam jajak pendapat Panel Survei Indonesia. Sebanyak 1.480 responden dari Papua Tengah menilai kapabilitas pasangan calon melalui beberapa nilai.
"Yaitu visioner, intelektualitas, kemampuan memerintah governability, kemampuan politik, komunikasi politik, dan kepemimpinan," kata Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia Dominico Bagas, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 10 September 2024.
Pihaknya melakukan simulasi pertanyaan terbuka mengenai empat pasang calon kepala daerah. Simulasi merujuk pada pelaksanaan sistem noken big man dan noken gantung.
| Baca: Tokoh Adat Dukung Mathius-Aryoko Menangkan Pilgub Papua |
Berdasarkan skema itu, mayoritas masyarakat memilih pasangan Willem Wandik-Aloysius Giyai dengan 62,7 persen. Disusul Natalis Tabuni-Titus Natkime dengan elektabilitas 12,1 persen; kemudian Meki Nawipa-Denas Geley dengan 7,9 persen; dan John Wempi Wetipo-Ausilius Youw dengan elektabilitas 5,4 persen.
Menurut Bagas, jajak pendapat juga membeberkan bahwa masyarakat Papua Tengah memiliki pertimbangan tersendiri. Khususnya, dalam menentukan pilihan terhadap pasangan calon kepala daerah.
Survei mengungkap 81,3 persen responden mempertimbangkan rekam jejak dan pengalaman calon dalam memimpin. Kemudian, pencapaian konkret dalam memimpin atau bekerja di sektor publik.
"Hasil survei dengan simulasi survei dengan pelaksanaan sistem noken, yakni noken big man dan noken gantung ditemukan bahwa sebanyak 52,8 persen publik Papua Tengah sudah mengetahui akan adanya pilkada 2024 sedangkan sebanyak 47,2 persen tidak dan belum tahu," kata Bagas.
Kemudian, sambung Bagas, sebanyak 79,3 persen tertarik pada visi dan program kerja yang ditawarkan nanti. Selanjutnya, 80,3 persen menginginkan calon kepaala daerah yang mampu mengatasi permasalahan daerah serta membawa perubahan positif dalam berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi
"Dan sebanyak 79,4 persen mempertimbangkan personaliti dan prilaku calon kepala daerah," kata Bagas.
Survei melibatkan 1.480 Warga Papua Tengah yang dipilih dari populasi DPT Pemilu 2024 yakni dari 1.128.844 pemilih. Responden tersebar secara proposional di 740 titik TPS di 8 Kabupaten. Yaitu, Kabupaten Nabire, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Paniai.
Pengambilan data melalui teknik wawancara tatap muka dan saluran Whatsapp Video Call pada 28 Agustus-7 September 2024. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,55 persen dan Tingkat Kepercayaan 95 persen.