Paris: Otoritas di sejumlah kota di Prancis memperpanjang atau menerapkan jam malam pada Selasa malam menyusul kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa akhir pekan. Paris dan Lyon memperpanjang pembatasan yang sudah ada, sementara Marseille untuk pertam
Prancis Perpanjang Jam Malam di Beberapa Kota Usai Protes Mereda
Fajar Nugraha • 21 October 2026 05:40
Paris: Otoritas di sejumlah kota di Prancis memperpanjang atau menerapkan jam malam pada Selasa malam menyusul kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa akhir pekan.
Paris dan Lyon memperpanjang pembatasan yang sudah ada, sementara Marseille untuk pertama kalinya menerapkan kebijakan serupa yang menyasar anak di bawah umur.
Pihak berwenang juga memperbarui larangan terhadap semua pertemuan yang tidak dilaporkan, yang berlaku mulai pukul 20.00 hingga 06.00 di beberapa area utama ibu kota, termasuk di sekitar Istana Élysée, Majelis Nasional, Senat, Champs-Élysées, Châtelet, serta stasiun-stasiun kereta api besar.
Di Lyon, jam malam di pusat kota diperpanjang dari pukul 21.00 hingga 06.00. Sementara itu, larangan berkumpul dimajukan menjadi pukul 16.00 -,sebelumnya pukul 18.00,- dan akan tetap berlaku hingga jam malam dimulai.
Sementara itu, Wali Kota Marseille, Benoit Payan, mengumumkan pemberlakuan jam malam khusus bagi anak di bawah umur di beberapa bagian pusat kota, yang berlaku mulai pukul 22.00 Selasa hingga pukul 05.00 pada hari-hari berikutnya.
Di Toulouse, pihak berwenang mengumumkan bahwa jam malam akan mulai berlaku pada Kamis malam hingga Minggu, antara tengah malam dan pukul 05.00 pagi.
Jam malam yang sebelumnya telah diumumkan di kota Bordeaux dan Nice akan tetap berjalan sesuai rencana.
Secara terpisah, Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) mengumumkan penundaan pertandingan Ligue 2 hari Sabtu antara Montpellier dan Red Star (Paris) menyusul adanya rencana unjuk rasa baru.
Pertandingan yang sedianya dijadwalkan pada Sabtu sore tersebut telah ditunda hingga hari Senin atas permintaan pihak berwenang.
Sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam 110 aksi unjuk rasa di seluruh Prancis pada hari Sabtu, termasuk 110.000 orang di Paris, dengan total sekitar 400 penangkapan di seluruh negeri.