Dampak bencana. Foto: Antara
Pemulihan Psikologis Pascabencana Penting untuk Dukung Aktivitas Anak Terdampak
M Sholahadhin Azhar • 19 October 2026 14:18
Jakarta: Pemulihan pascabencana tak terpusat pada infrastruktur. Hal tersebut juga menyasar aspek lain, seperti psikologis yang penting untuk mendukung aktivitas anak.
"Pemulihan psikologis, khususnya bagi anak dan remaja usia sekolah, juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari dengan lebih percaya diri,” jelas Chief Business Support Officer TBIG Lie Si An, dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.
Hal tersebut diungkap merespons pelatihan infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik. Program itu diberikan bagi pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Lie, program ini mengintegrasikan peningkatan keterampilan dengan pendekatan pemulihan psikososial. Hal tersebut untuk membantu generasi muda korban gempa, kembali bersemangat belajar dan membangun kepercayaan diri setelah menghadapi bencana.
“Hal ini diharapkan meningkatkan semangat belajar dan menguatkan para pelajar untuk menghadapi dampak gempa," kata Lie.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Aesesa dengan melibatkan 40 siswa dan 10 guru dari empat sekolah, yaitu SMKN 1 Aesesa Selatan, SMKN 1 Nangaroro, SMK St. Yosep Mbay, dan SMKN 1 Aesesa.

Pelatihan untuk siswa. Foto: Istimewa
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas pengetahuan mengenai infrastruktur telekomunikasi dan fiber optik, sekaligus kembali terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang interaktif. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan psikososial melalui kegiatan produktif, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang membangun rasa percaya diri.
“Harapannya, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensinya. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi peluang di dunia kerja,” kata Lie.
Selain pelatihan, pihaknya menghadirkan program kemanusiaan berupa edukasi pola hidup sehat serta bantuan makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak.