Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan Kabupaten Sukabumi dan pihak-pihak terkait mengecek laporan kerusakan rumah akibat dampak gempa pasa Kamis (15/10). (DOK/PUSDALOPS BPBD KAB. SUKABUMI)
Belasan Rumah di Sukabumi Rusak akibat Gempa Dangkal M 4,1
Benny Bastiandi • 16 October 2026 15:39
Sukabumi: Sebanyak 17 rumah di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kerusakan yang ditemukan mayoritas berupa retakan pada dinding bangunan.
Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan dampak gempa tektonik tersebut tersebar di sejumlah kampung di Desa Tugu Bandung dan Desa Kabandungan.
"Dampak gempa bermagnitudo 4,1 kemarin (Kamis) ada belasan rumah yang dilaporkan rusak di Kecamatan Kabandungan," kata Daeng, Jumat, 16 Oktober 2026.
Di Desa Tugu Bandung, kerusakan tercatat di Kampung Kaladi RT 02/06. Sebanyak dua rumah di lokasi tersebut mengalami keretakan pada bagian dinding dan berdampak terhadap dua kepala keluarga (KK) yang terdiri atas tujuh jiwa.
"Ada dua KK (kepala keluarga) yang dihuni 7 jiwa terdampak. Rumah mengalami mengalami kerusakan berupa retak pada dinding tembok," ujarnya.
Sementara itu, kerusakan di Desa Kabandungan tercatat pada 15 rumah yang tersebar di Kampung Cipanas. Rinciannya, lima KK dengan 13 jiwa terdampak di RT 17/07, sembilan KK dengan 27 jiwa di RT 18/07, serta satu KK dengan lima jiwa di RT 19/07.
"Hasil asesmen di lapangan, total ada 17 rumah atau KK dengan jumlah penghuni 52 yang terdampak gempa," tuturnya.
Baca Juga :
Bogor Diguncang Gempa Dangkal M2,5
Kerusakan Rumah Tergolong Ringan
Daeng menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kerusakan rumah masuk kategori ringan. Kondisi tersebut ditandai dengan retakan pada bagian dinding bangunan.
"Rumah masih bisa ditinggali. Jadi, tidak ada warga yang mengungsi. Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan," tutupnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Kamis, 15 Oktober 2026, terjadi dua kali gempa bumi di wilayah tersebut.

Pusat gempa di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 16 Oktober 2026. (Dok: BMKG)
Gempa pertama memiliki magnitudo 3,5. Episenternya berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,61 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat, sekitar 25 kilometer di sebelah utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman sembilan kilometer.
Gempa kedua tercatat bermagnitudo 4,1. Episenternya berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,60 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat, sekitar 26 kilometer di sebelah barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman lima kilometer.