Ilustrasi. Foto: Dok. Danantara
PSEL Bantargebang Siap Aliri Listrik 55 Ribu Rumah
Gervin Nathaniel Purba • 20 October 2026 21:23
Jakarta: Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Kota Bekasi, dirancang untuk mengolah sekitar 500 ribu ton sampah per tahun, atau setara dengan 70 persen dari total tumpukan sampah di Kota Bekasi. Olahan sampah tersebut menjadi energi listrik yang bisa memasok kebutuhan listrik untuk lebih dari 55 ribu rumah warga.
Selain menghasilkan pasokan listrik bersih, proyek ini memberikan solusi komprehensif bagi permasalahan lingkungan dan ketenagakerjaan. Pengoperasian fasilitas tersebut diperkirakan dapat mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 90 persen. Sekaligus menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau (green jobs) bagi masyarakat setempat.
Dari sisi pendanaan, proyek yang mulai dimulai 26 Agustus 2026 ini dibangun secara mandiri melalui skema investasi non-APBN. Kepastian investasi dijamin melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero) yang akan membeli seluruh daya listrik yang dihasilkan oleh fasilitas tersebut.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia, menjelaskan, pengolahan sampah menjadi listrik merupakan bagian utuh dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat perekonomian dan ketahanan energi dari dalam negeri.
"Jadi, kami sedang membangun kemandirian energi dari berbagai sumber. Dari kebun petani kita hasilkan bahan bakar, dari sampah kita hasilkan listrik, dan dari semua itu kita ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat serta memperkuat perekonomian nasional," ujar Dwi Anggia, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 202

(Ilustrasi pengelolaan sampah. Foto: dok Metrotvnews.com)
Komitmen kemandirian energi
Menurut dia, penting untuk memanfaatkan seluruh potensi Tanah Air demi masa depan bangsa.
"Dari tanah Indonesia, dari sumber daya Indonesia, dan untuk kemajuan Indonesia. Inilah langkah kita menuju Indonesia yang semakin mandiri, tangguh, dan berkelanjutan," kata dia.
Di satu sisi, Dwi menegaskan komitmen Kementerian ESDM terus memperluas strategi kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya lokal. Tidak hanya berfokus pada sektor perkebunan dan bahan bakar nabati, namun juga melalui pengolahan limbah sampah menjadi energi listrik.
"Kita juga bisa menghasilkan energi dari sesuatu yang selama ini kita anggap sebagai masalah, yaitu sampah," ucap Dwi Anggia.