123 Hektare Lahan di Garut Hangus Terbakar hingga September 2026

Ilustrasi: personel Manggala Agni melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni

123 Hektare Lahan di Garut Hangus Terbakar hingga September 2026

Lukman Diah Sari • 1 October 2026 17:43

Garut: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami peningkatan cukup signifikan. Kebakaran menyebabkan lahan seluas 123,08 hektare hangus terbakar sejak Januari hingga September 2026.

"Musim kemarau panjang yang telah terjadi di wilayahnya tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat signifikan lantaran dipicu pembakaran sampah oleh warga. Kebakaran hutan dan lahan sebanyak 325 kejadian tertinggi tersebar di Kecamatan Leles, Pameungpeuk, Banyuresmi, Limbangan, dan Tarogong Kaler," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut Usep Basuki Eko, Kamis, 1 Oktober 2026.

Dia mengungkapkan, peristiwa kebakaran non-lahan tercatat sebanyak 219 kejadian yang dipicu korsleting listrik, kebocoran gas, pembakaran oleh ODGJ, obat nyamuk, hingga tungku. Namun, kebakaran hutan dan lahan tercatat 325 kejadian, meski semuanya telah berhasil dikendalikan petugas damkar.

Usep mengatakan, kebakaran meningkat signifikan lantaran lahan banyak ditumbuhi ilalang kering, seperti di Leles, Pameungpeuk, Banyuresmi, Cikelet, Limbangan, dan Tarogong Kaler. Petugas damkar berhasil mengendalikan kebakaran lahan di wilayah lainnya yang rata-rata dipicu warga membakar sampah.

"Musim kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini semakin kering dan berdasarkan BMKG puncaknya bulan Oktober hingga hujan diprediksi terjadi pada bulan November. Kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan 123,08 hektare lahan hangus terbakar, tetapi petugas damkar selalu siap siaga selama 24 jam," katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut, Usep Basuki Eko, bencana El Nino semakin meluas menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun ini meningkat signifikan tercatat 325 kejadian dan 219 nonlahan. (Foto: Diskoninfo Garut)

Menurutnya, bencana El Nino menyebabkan ratusan sumur surut hingga krisis air bersih semakin meluas di 24 desa dan 13 kecamatan. Petugas BPBD terus berupaya memasok air bersih guna meringankan beban warga. Namun, kondisi kekeringan juga membuat ilalang kering di banyak lahan mudah terbakar akibat perilaku masyarakat yang kurang sadar saat membakar sampah.

"Disdamkarmat Kabupaten Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat pada periode pertengahan tahun, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran supaya tidak sembarangan membakar sampah," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)