Resmi Dilantik Presiden Jadi Menperin, Ini Profil dan Karier Muhammad Sarmuji

Presiden Prabowo melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Metro TV

Resmi Dilantik Presiden Jadi Menperin, Ini Profil dan Karier Muhammad Sarmuji

Whisnu Mardiansyah • 1 October 2026 14:39

Jakarta:Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya," ucap Sarmuji dalam sumpahnya di Istana Negara, Kamis, 1 Oktober 2026.

Usai mengucapkan sumpah jabatan, Sarmuji menandatangani berita acara pengambilan sumpah. Prosesi kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo kepada para pejabat yang dilantik.

Sarmuji tiba di Istana Negara dengan mengenakan setelan jas hitam, dasi biru muda, dan kopiah hitam. Sebelum pelantikan, ia mengungkapkan mendapat panggilan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait kemungkinan penugasan di bidang perindustrian.

"Saya ditelepon Pak Seskab, ya, ada kemungkinan pokoknya urusan industri lah kira-kira begitu," kata Sarmuji kepada wartawan.
 


Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya menggantikan Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian, Sarmuji saat itu belum menyampaikan kepastian mengenai jabatan yang akan diembannya.

"Nanti dilihat, kira-kira untuk membantu Pak Presiden di bidang perindustrian," ujarnya.

Sarmuji mengatakan informasi mengenai penugasan tersebut baru diterimanya pada Kamis pagi. Ia kemudian membenarkan saat ditanya apakah posisi yang akan ditempatinya sudah disampaikan kepadanya.

"Posisinya iya," ujar Sarmuji.
 

Perjalanan dan Karir Sarmuji

Muhammad Sarmuji menapaki perjalanan panjang sebelum dipercaya menempati posisi Menteri Perindustrian di Kabinet Merah Putih. Kariernya dibangun secara bertahap, dimulai dari aktivitas organisasi mahasiswa, berlanjut ke organisasi kepemudaan, parlemen, hingga struktur elite Partai Golkar.

Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974. Masa pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di kota kelahirannya.

Selepas SMA, Sarmuji melanjutkan pendidikan ke Universitas Jember pada 1992. Ia mengambil Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia meneruskan studi ke Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan meraih gelar magister administrasi bisnis pada 2006.


Berawal dari Aktivis Mahasiswa

Langkah Sarmuji di dunia organisasi dimulai ketika masih menjadi mahasiswa. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dari organisasi tersebut, Sarmuji kemudian menempati sejumlah posisi hingga dipercaya menjadi Ketua Bidang PPN Pengurus Besar HMI. Pengalaman di organisasi mahasiswa menjadi salah satu fase awal dalam perjalanan kepemimpinannya.

Selepas dari dunia aktivisme mahasiswa, Sarmuji mulai memasuki organisasi kepemudaan yang terafiliasi dengan Partai Golkar. Ia tercatat pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal AMPI pada periode 2003–2008 dan kemudian menduduki posisi Sekretaris Jenderal DPP AMPG.

Sarmuji juga memiliki pengalaman sebagai tenaga ahli Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Peran tersebut membuatnya semakin dekat dengan kerja-kerja parlemen sebelum akhirnya terjun langsung sebagai calon anggota legislatif.
 


Meniti Karier di Parlemen

Pintu menuju parlemen terbuka pada Pemilu 2014. Sarmuji mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI dan berhasil terpilih. Pada pemilu tersebut, ia meraih 57.586 suara. Dapil Jawa Timur VI meliputi wilayah Blitar, Kediri, Trenggalek, dan Tulungagung.

Lima tahun berselang, Sarmuji kembali mendapatkan mandat dari pemilih. Pada Pemilu 2019, perolehan suaranya meningkat menjadi 137.110 suara. Kursi parlemen kembali dipertahankannya pada Pemilu 2024. Sarmuji meraih 183.045 suara dari dapil yang sama.

Perolehan suara tersebut menunjukkan peningkatan dalam tiga pemilu berturut-turut: 57.586 suara pada 2014, 137.110 suara pada 2019, dan 183.045 suara pada 2024. Dengan hasil Pemilu 2024, Sarmuji memasuki periode ketiganya sebagai anggota DPR RI.

Pengalaman legislatif itu juga membuat Sarmuji bersentuhan dengan sejumlah isu kebijakan publik. Ia pernah menjalankan tugas di komisi DPR yang menangani berbagai sektor, termasuk investasi, perdagangan, perindustrian, BUMN, tenaga kerja, kesehatan, hingga keuangan.
   

Dari Jawa Timur ke Panggung Nasional Golkar

Seiring perjalanan di parlemen, posisi Sarmuji di internal Partai Golkar juga berkembang. Ia dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Jawa Timur untuk periode 2020-2025.

Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat pusat. Pada Agustus 2024, Sarmuji ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar untuk periode 2024-2029. Posisi tersebut menempatkannya dalam struktur utama partai di tingkat nasional.

Penunjukan sebagai sekretaris jenderal melengkapi perjalanan Sarmuji di lingkungan Golkar. Sebelumnya, ia telah melewati sejumlah jenjang organisasi kepemudaan sebelum kemudian membangun karier melalui parlemen dan kepemimpinan partai di daerah.

Di luar aktivitas politik, Sarmuji juga mempertahankan hubungan dengan Universitas Jember, almamaternya. Ia dipercaya memimpin Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE). 

Dalam Musyawarah VI KAUJE pada 31 Agustus 2024, Sarmuji kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KAUJE periode 2024–2029. Pengurus pusat periode tersebut kemudian dilantik di Surabaya pada 29 Desember 2024.


Presiden Prabowo melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian. Metro TV


Di organisasi alumni tersebut, Sarmuji mendorong penguatan jejaring alumni serta peningkatan kontribusi lulusan Universitas Jember bagi masyarakat dan bangsa. Pendataan alumni juga menjadi salah satu agenda kepengurusan KAUJE periode tersebut.

Sebelum karier politiknya semakin dominan, Sarmuji juga memiliki pengalaman profesional di sektor swasta. Ia pernah menjadi konsultan di PT Himais Optima pada 2002-2010. Selain itu, Sarmuji tercatat pernah menjabat komisaris PT Manggala Karya Cipta pada 2008-2014 dan komisaris PT Eco Sejahtera pada 2011–2014.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional Sarmuji sebelum aktivitasnya lebih banyak terserap dalam organisasi politik dan tugas sebagai legislator.

Perjalanan Sarmuji memperlihatkan lintasan karier yang dimulai dari ruang organisasi mahasiswa. Dari HMI, ia bergerak ke organisasi kepemudaan, kemudian memasuki lingkungan parlemen sebagai tenaga ahli sebelum terpilih menjadi anggota DPR RI.

Tiga kali terpilih sebagai anggota DPR RI dari Jawa Timur VI kemudian diikuti dengan peningkatan posisi di struktur Partai Golkar. Setelah dipercaya memimpin Golkar Jawa Timur, Sarmuji masuk jajaran pusat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.

Kini, perjalanan tersebut berlanjut ke pemerintahan. Sarmuji dipercaya menempati posisi Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sarmuji dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis, 1 Oktober 2026. 

(Whisnu M)