Kronologi Penyerangan Bus Rombongan Persib U18

Penyerangan bus rombongan Persib U18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Tangkapan layar video di media sosial.

Kronologi Penyerangan Bus Rombongan Persib U18

Angel Rinella • 12 October 2026 15:19

Batang: Rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung dilaporkan mengalami penyerangan di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB. Aksi itu mengakibatkan kerusakan pada bus dan sejumlah koper ofisial diduga dijarah.

Informasi soal penyerangan bus rombongan EPA Persib ini ramai di media sosial. Salah satunya, lewat video yang diunggah akun X @SeledingTekel. Sebanyak dua personel yang ikut dalam rombongan EPA Persib dilaporkan sempat terpisah dari rombongan.

Keduanya yakni staf media Pandu Persada, dan ofisial Akademi Persib, Ridwan. Keduanya terpisah dari rombongan saat situasi di area istirahat tersebut menjadi tidak kondusif. Kedunya dikabarkan mengalami aksi kekerasan.

Bus rombongan EPA Persib juga dilaporkan mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik ofisial dan tim EPA Persib U-18 diduga dijarah. Persib sudah berkoordinasi dengan Polresta Batang terkait insiden ini



Kasus penyerangan bus rombongan EPA Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Foto: Dok. X/@SeledingTekel

Kronologi Penyerangan Rombongan Persib

Polresta Batang, Jawa Tengah, mengamankan seorang berinisial BPA (33) yang diduga menjadi pelaku pelemparan dan perusakan. Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengungkapkan pelaku mengaku merupakan pendukung salah satu klub Liga Indonesia.

"Terduga pelaku berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat ditangkap di wilayah Jakarta," kata Warsono seperti dikutip dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menyampaikan tersangka diamankan saat melintas di Gerbang Tol Cikarang Utama setelah tim kepolisian melakukan pelacakan secara intensif.

Kasus tersebut berawal saat dua kelompok suporter saling bertemu di fasilitas istirahat rest area KM 360 Tol Batang-Pemalang setelah rombongan suporter Persija mengawal timnya bertanding di Yogyakarta untuk menempuh perjalanan kembali menuju ke Jakarta, Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Pada saat bersamaan, bus yang membawa skuad Persib Bandung U18 tengah beristirahat di Rest Area KM 360 Batang setelah melakoni laga kompetisi usia muda di Solo dan sedang pulang menuju Bandung.

Kehadiran bus Persib memancing perhatian oknum suporter lawan dan terjadi provokasi berupa teriakan verbal di lokasi kejadian. Aksi itu dengan cepat memicu ketegangan hingga berujung pada aksi pelemparan batu ke arah kendaraan.

"Penyelidikan awal menunjukkan aksi pelemparan ini disinyalir dipicu oleh fanatisme sempit antarklub. Kami telah mengantongi bukti-bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan pelaku BPA sebagai penyerang utama," kata Warsono.

Tak lama setelah mendapat laporan, petugas memeriksa rekaman CCTV di rest area serta menelusuri aduan masyarakat melalui call center darurat 110. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan saat insiden berlangsung seperti batu bata, botol minuman keras, serta senjata tajam.
 

Persib Desak Tindakan Penyerangan Diproses Hukum

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan mengecam keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum dari rombongan suporter yang mengenakan atribut klub tertentu.

"Tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diproses melalui jalur hukum. Kami berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta terungkap,” kata Adhitia di Bandung, seperti dikutip dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.

Adhitia menyampaikan telah melaporkan insiden tersebut kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League selaku operator kompetisi. Kasus ini diharapkan menjadi perhatian dan ditangani sesuai kewenangan serta regulasi yang berlaku.

Manajemen Persib juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak.

"Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda Persib EPA U18 menjadi perhatian utama kami," tegas dia.

 


Kasus penyerangan bus rombongan EPA Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Foto: Dok. X/@SeledingTekel

Persija Kutuk Aksi Penyerangan Bus Persib U18

Persija Jakarta mengecam keras aksi penyerangan terhadap bus rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U18 Persib Bandung. Persija menilai tindakan oknum suporter itu tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan menimbulkan kerugian bagi para pemain serta ofisial tim.

"Persija menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh korban, khususnya mereka yang mengalami kekerasan fisik. Kami berharap seluruh anggota rombongan dapat segera pulih dari dampak kejadian tersebut," demikian keterangan resmi yang diunggah di akun instagram @persija, Senin, 12 Oktober 2026.

Persija menegaskan tidak ada pembenaran apa pun bagi tindakan kekerasan, penyerangan, maupun penjarahan dengan dalih rivalitas sepak bola. Tindakan tersebut merupakan perilaku yang tidak bertanggung jawab, mencederai nilai-nilai sportivitas, serta merusak semangat persaudaraan dalam sepak bola Indonesia.

"Persija tidak membenarkan tindakan oknum mana pun yang menggunakan nama atau identitas suporter untuk melakukan kekerasan," tulis Persija.

Persija menegaskan rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain. Terlebih, terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola.

Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya. 

"Tidak boleh ada toleransi terhadap aksi kekerasan yang merugikan orang lain dan mencoreng nama sepak bola Indonesia," tulis Persija.

 

(Arga Sumantri)