Sering Duduk Miring, Benarkah Bisa Bikin Tulang Belakang Bengkok?

Ilustrasi. (Dok. Istimewa)

Sering Duduk Miring, Benarkah Bisa Bikin Tulang Belakang Bengkok?

Duta Erlangga • 11 October 2026 17:48

Jakarta: Siapa yang sering duduk miring saat bekerja, rebahan sambil bermain ponsel, atau membawa tas hanya di satu bahu? Kebiasaan seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi seringkali membuat orang khawatir dengan kesehatan tulang belakangnya.

Apalagi, sejak kecil banyak orang sudah terbiasa mendengar nasihat, "Jangan duduk miring, nanti tulangnya bengkok!". Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Duduk Miring Bikin Tulang Belakang Bengkok?

Ternyata, tidak sesederhana itu. Duduk miring atau membungkuk terlalu lama memang bisa membuat punggung terasa pegal. Otot bekerja lebih keras ketika tubuh berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam, terutama saat bekerja di depan komputer.

Namun, posisi duduk yang kurang baik bukanlah penyebab skoliosis, yaitu kondisi ketika tulang belakang melengkung ke samping.

Menurut Spine Clinic Family Holistic, skoliosis yang paling umum terjadi justru tidak berkaitan dengan kebiasaan duduk atau postur tubuh yang buruk.

Jadi, kalau kamu sering duduk miring, bukan berarti tulang belakangmu otomatis akan menjadi bengkok.

Meski begitu, bukan berarti kita bebas duduk dalam posisi apa pun sepanjang hari. Mengubah posisi tubuh secara berkala tetap penting agar otot tidak mudah tegang.

Kalau Sering Bawa Tas di Satu Bahu?

Kebiasaan lain yang sering disalahkan adalah membawa tas hanya di satu sisi bahu.

Banyak orang menganggap kebiasaan ini bisa membuat tulang belakang berubah bentuk karena beban tubuh tidak seimbang.

Faktanya, membawa tas berat tidak menyebabkan skoliosis. Meski demikian, beban yang terlalu berat tetap bisa membuat bahu dan punggung terasa nyeri.

Karena itu, kalau membawa banyak barang, menggunakan tas dengan dua tali bahu bisa membantu membagi beban lebih merata.

Lalu, Apa yang Sebenarnya Membuat Tulang Belakang Bengkok?

Tidak semua tulang belakang yang terlihat tidak lurus disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari.

Salah satu kondisi yang dapat membuat tulang belakang melengkung ke samping adalah skoliosis.

Pada banyak kasus, terutama yang muncul saat masa pertumbuhan, penyebab pastinya belum diketahui. Faktor keturunan juga dapat berperan pada sebagian orang.

Menariknya, skoliosis tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Ada orang yang baru menyadari perubahan bentuk tubuhnya setelah melihat foto, bercermin, atau mendapat komentar dari orang terdekat.

Bagi yang ingin memahami kondisi ini lebih jauh, informasi mengenai skoliosis dapat membantu mengenali tanda-tanda dan pilihan pemeriksaan yang tersedia.

Coba Perhatikan Bahu dan Pinggang

Ada beberapa perubahan bentuk tubuh yang sebenarnya cukup mudah diamati.

Misalnya, salah satu bahu terlihat lebih tinggi, pinggang kanan dan kiri tampak tidak seimbang, atau pakaian terasa menggantung berbeda di kedua sisi tubuh.

Sebagian orang juga memiliki satu tulang belikat yang terlihat lebih menonjol dibandingkan sisi lainnya.

Namun, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa kamu mengalami skoliosis hanya karena melihat satu tanda tersebut.

Bentuk tubuh setiap orang berbeda. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut memang berkaitan dengan kondisi tulang belakang.

Jadi, Haruskah Kita Selalu Duduk Tegak?

Tidak perlu memaksakan tubuh duduk tegak sempurna sepanjang hari. Hal yang lebih penting adalah memberikan kesempatan tubuh untuk bergerak dan tidak mempertahankan satu posisi terlalu lama.

Sesekali berdiri dari kursi, berjalan sebentar, melakukan peregangan ringan, atau mengatur posisi layar komputer bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat aktivitas sehari-hari.

Namun, apabila terlihat perubahan bentuk tubuh yang menetap atau semakin jelas, sebaiknya jangan mencoba memperbaikinya sendiri hanya dengan mengikuti latihan dari media sosial.

Pada akhirnya, duduk miring dan membawa tas berat memang dapat membuat tubuh tidak nyaman. Namun, kedua kebiasaan tersebut bukanlah penyebab skoliosis.

Jadi, daripada terus khawatir karena sesekali duduk miring, lebih baik mulai memperhatikan perubahan bentuk tubuh dan menjaga kebiasaan bergerak setiap hari.

(Rosa Anggreati)