BMKG Prediksi Curah Hujan di Pulau Bintan Meningkat hingga Desember 2026

Pengendara melintas di tengah hujan yang melanda Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu, 4 November 2026. ANTARA/Ogen

BMKG Prediksi Curah Hujan di Pulau Bintan Meningkat hingga Desember 2026

Silvana Febiari • 5 November 2026 07:24

Bintan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi curah hujan di Pulau Bintan meningkat sepanjang November hingga Desember 2026. Peningkatan tersebut diperkirakan terjadi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

"Secara klimatologis, ada peningkatan curah hujan di Pulau Bintan selama November dibanding Oktober 2026, yakni pada kategori 200 hingga 400 mililiter," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Muhammad Fadris Dwiandoko, dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan di Pulau Bintan. Namun, bersifat skala lokal dan tidak merata.


Fadris menjelaskan peningkatan curah hujan di Pulau Bintan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di sebagian besar wilayah Indonesia. Terutama terjadi di wilayah barat, meliputi Sumatra, Kepulauan Riau, Jakarta, Banten, hingga Kalimantan.

Selanjutnya, faktor perubahan arah angin dari monsun Australia menjadi monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air. Hal itu berpotensi menghasilkan awan konvektif penghasil hujan, khususnya di Pulau Bintan.

"Masa peralihan angin monsun Asia, lebih berpotensi besar menghasilkan hujan," ungkapnya.


Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com


Selain itu, periode monsun Asia pada akhir tahun hingga awal tahun 2027, juga berpotensi menimbulkan dampak gelombang secara signifikan di perairan laut Kepri. Demikian pula dengan potensi cuaca ekstrem yang berdampak pada ancaman kejadian bencana hidrometeorologi di Pulau Bintan, seperti banjir.

Berikutnya, topografi Pulau Bintan dengan banyak perbukitan juga rawan bencana longsor saat musim penghujan.

"Walaupun daerah aliran sungai di Pulau Bintan banyak, tetapi volumenya cukup kecil, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat bisa menyebabkan air meluap dan genangan banjir," ujar Fadris.

BMKG Tanjungpinang turut mengimbau warga lebih berhati-hati beraktivitas di luar rumah apabila cuaca ekstrem. Warga diminta terus memperbarui perkembangan informasi cuaca terkini dari saluran resmi BMKG.

(Silvana Febiari)