Iran memperingatkan bahwa AS berpotensi kembali menyerang. (Anadolu Agency)
Iran Antisipasi Serangan Baru di Tengah Laporan Penarikan Kapal AS dari Kawasan
Willy Haryono • 7 November 2026 11:07
Teheran: Iran memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) berpotensi kembali melancarkan serangan militer terhadap negaranya, meski sejumlah kapal perang Angkatan Laut AS dilaporkan telah ditarik dari kawasan, lapor kantor berita ISNA pada Jumat, 6 November 2026.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan kemungkinan serangan militer baru AS tidak dapat dikesampingkan. Ia menduga Washington dapat kembali menyerang Iran karena menghadapi kesulitan politik.
Akraminia memperingatkan setiap serangan baru AS akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata Iran.
Mengacu pada instruksi pemimpin tertinggi Iran, ia mengatakan respons militer terhadap setiap serangan harus dilakukan secara langsung, efektif, dan tanpa batasan geografis.
Ia menambahkan pangkalan dan kepentingan AS di luar kawasan Asia Barat dan Teluk juga berada dalam jangkauan rudal serta drone Iran. Target-target tersebut dapat diserang jika Washington kembali melancarkan serangan militer.
Akraminia juga mengatakan Selat Hormuz masih berada di bawah kendali strategis Iran dan tidak akan dibuka kembali sebelum persyaratan yang ditetapkan Teheran dipenuhi.
Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran tetap dalam kondisi siap penuh untuk mempertahankan negara.
AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata kemudian tercapai pada April, disusul nota kesepahaman pada Juni untuk merampungkan kesepakatan perdamaian.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan konflik kedua pihak masih belum terselesaikan.
Baca juga: Iran Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Pulau Qeshm