10 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di Dunia

Transportasi Hong Kong. Foto: Pexels

10 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di Dunia

Muhamad Marup • 21 October 2026 21:49

Jakarta: Transportasi umum adalah fasilitas penting untuk mengantar masyarakatnya dari satu tempat ke lainnya. Jenis transportasi sangat beragam mulai dari bis, kereta listrik, kereta cepat, dan lainnya.

Selain kuantitas, kualitas transportasi umum juga penting, terutama kenyamanan. Kepuasan masyarakat saat menggunakan transportasi umum adalah hal yang penting.

Selain itu, kenyamanan operasional transportasi juga tidak kalah penting. Hal tersebut mencakup armada yang bersih, sistem yang teratur, hingga jadwal yang tepat waktu.

Melansir survei TimeOut Worldwide terdapat 10 kota yang memiliki transportasi terbaik dari seluruh dunia. Hal ini dinilai berdasarkan tingkatan kepuasan masyarakat terhadap fasilitas transportasi yang tersedia.

1. Taipei, Taiwan

Taipei menempati posisi teratan kota dengan tranportasi terbaik di dunia. Moda transportasi MRT di kota tersebut mendapat kepuasan pengguna sebesar 95 persen atas kebersihan dan ketepatan waktu.

Pada 2025, MRT di Taipei mengangkut 767 Juta orang dengan rata-rata 2.1 juta orang per hari. Tidak hanya itu terhadap juga kemudahan sistem pembayaran yang menggunakan EasyCard.

Transportasi Taipei. Foto: Pexels

2. Singapura

Singapura dikenal sebagai standar emas transportasi publik dengan tingkat ketepatan waktu kereta mencapai 99,4 persen. Circle Line yang kini resmi membentuk lingkaran penuh semakin mempertegas status tersebut.

Kepuasan publik akan transportasi di Singapura ini bahkan mencapai 93,5%. Mobilitas sebanyak 3,5 juta orang per hari dapat difasilitasi dengan adanya 146 stasiun.

3. Hong Kong

Hong Kong menawarkan jaringan MTR yang sangat efisien. Efisiensi merupakan perpaduan ragam transportasi unik seperti trem antik "ding ding" dan Star Ferry yang terintegrasi dengan kartu Octopus.

Selama tahun 2025, transportasi di Hong Kong membawa sekitar 2 Miliar orang pada tahun itu. Tidak heran jika 92,8 persen penduduknya memberikan kepuasan terhadap transportasi umum di Hong Kong.

4. Edinburgh, Inggris

Edinburgh mengandalkan armada bus Lothian dan layanan trem populer. Meski begitu, kepuasan masyarakat mencapai 92.4 persen berkat sistem pembatasan tarif harian/mingguan berbasis contactless.

5. Seoul, Korea Selatan

Seoul memiliki sistem kereta bawah tanah yang canggih dan terjangkau, lengkap dengan opsi tiket terusan seperti Climate Pass untuk perjalanan tanpa batas menggunakan bus, MRT, hingga sepeda. Transportasi di kota Seoul mendapatkan 91,1 persen kepuasan dari masyarakat.

Tidak hanya karena kebersihan dan ketepatan waktu, tetapi juga harga tiket yang terbilang murah seharga 1.550 Won (Rp 21.000) atau paket langganan 30 hari transportasi umum sebanyak 62.000 Won (Rp.843.000).

6. Zurich, Swiss

Zurich mendapatkan tingkat kepuasan sebanyak 90.7 dari masyarakat. Zurich menonjolkan ketepatan waktu khas Swiss dengan halte yang sangat mudah dijangkau (setiap 300 meter) serta tiket tunggal (ZVV) yang mencakup kereta, bus, funikular, hingga kapal.

7. Vienna, Austria

Vienna menaikan tarif transportasi umum per tahun pada Januari 2026 menjadi 467 Euro (Rp. 9 Juta). Meski begitu, masyarakat tetap memberikan 90.3 persen kepuasan berkat adanya jaringan Wiener Linien (U-Bahn, trem, dan bus).

8. Tallinn, Estonia

Tallinn merupakan ibu kota negara di Eropa pertama yang membebaskan biaya transportasi umum bagi penduduknya semenjak 2013. Langkah tersebut meraih kepuasan masyarakat sebanyak 85.3 persen. Sistem transportasi juga didukung kawasan Kota Tua Abad Pertengahan yang sangat ramah pejalan kaki.

9. Helsinki, Finlandia

Mendapatkan 83.6 persen kepuasan masyarakat, Helsinki Menggunakan sistem tiket tunggal HSL yang mencakup bus, trem, metro, kereta komuter, jalur light rail baru, hingga feri menuju benteng laut Suomenlinna.

10. Medellin, Kolombia

Metro yang sudah buka dari tahun 1995 menjadi kebanggaan kota Medellin. Berkat itu, kepuasan masyarakat mencapai 83 persen.

Madellin terkenal dengan jaringan metro yang bersih berkat budaya warga ("Cultura Metro") serta sistem Metrocable (kereta kabel gantung) yang menghubungkan wilayah perbukitan curam.


(Reswara Vittorio)

(Muhamad Marup)