Ilustrasi. Foto: Magnific.
Dari Invoice Pengiriman ke Blockchain, Bagaimana Cara Kerjanya?
Ade Hapsari Lestarini • 26 October 2026 06:17
Jakarta: SAL Token ($SAL), resmi diluncurkan dengan mengusung model berbasis blockchain yang menghubungkan aset digital dengan aktivitas ekonomi di industri logistik. Inisiatif yang dikembangkan tim di balik SAS Worldwide Logistics ini menyasar kebutuhkan pembiayaan perusahaan freight atau jasa pengangkutan barang.
Perusahaan mengklaim $SAL sebagai inisiatif kripto pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk industri logistik dan freight. Token tersebut dirancang untuk menghubungkan partisipasi blockchain dengan aktivitas ekonomi di dunia nyata, bukan hanya untuk membeli, menyimpan, atau memperdagangkan aset digital.
Peluncuran ini berlangsung di tengah terus berkembangnya ekosistem aset digital Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen pada pedagang aset keuangan digital mencapai 22,93 juta per Juli 2026. Sementara nilai transaksi aset kripto pada bulan yang sama tercatat sebesar Rp20,52 triliun.
Seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aset kripto, $SAL mengangkat pertanyaan yang berbeda: bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk mendorong bisnis di dunia nyata dan mengurangi hambatan transaksi yang berlangsung di perekonomian global?
Bagi $SAL, hubungan tersebut dimulai dari industri freight. Perusahaan freight pada umumnya menghadapi jeda waktu antara penyelesaian pengiriman dan penerimaan pembayaran secara penuh dari pelanggan. Barang dapat tiba dalam hitungan hari, sementara pembayaran invoice atas jasa tersebut membutuhkan waktu beberapa minggu, sehingga penyedia jasa logistik membutuhkan modal kerja tambahan.
$SAL dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan bisnis tersebut. Lewat model invoice freight, invoice kemudian dipilih dan diverifikasi, yang berasal dari layanan SAS Worldwide Logistics yang telah selesai. Peserta yang memenuhi kriteria dapat berpartisipasi dalam memberikan pendanaan menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT. Sehingga, pendanaan tersebut dapat menyediakan modal kerja bagi bisnis logistik selama menunggu invoice pelanggan terkait dibayarkan melalui jalur pembayaran yang disepakati.

Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman. Foto: dok istimewa.
Memanfaatkan infrastruktur blockchain
Model ini menempatkan $SAL dalam perkembangan real-world asset atau RWA, yaitu pendekatan yang memanfaatkan infrastruktur blockchain untuk menghubungkan modal digital dengan aset, kewajiban, dan arus kas yang berasal dari aktivitas ekonomi dunia nyata.
Yang perlu digarisbawahi, $SAL tidak secara langsung merepresentasikan atau menggantikan invoice freight tersebut. Sebaliknya, $SAL berfungsi sebagai token utilitas dan akses dalam ekosistem. Sehingga pemegang akses dapat berpartisipasi dalam aktivitas freight yang telah memenuhi kriteria, sementara proses pendanaan dilakukan secara terpisah menggunakan stablecoin seperti USDC atau USDT.
"Freight dapat bergerak lintas negara dalam hitungan hari, tetapi pembayarannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Dan SAL dibangun karena hal itu. Alih-alih membuat token yang benar-benar baru, kami memulainya dari bisnis logistik yang memang sudah kami jalankan untuk melihat bagaimana blockchain dapat menjembatani pembayaran digital dengan aktivitas ekonomi dunia nyata," ujar Managing Director SAS Worldwide Logistics, Arthur Sulaiman, dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2026.
Pendekatan ini juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas di dunia kripto. Alih-alih hanya mengukur melalui jumlah investor atau volume transaksi, model RWA memungkinkan pengguna untuk bereksplorasi tentang bagaimana blockchain dapat berinteraksi dengan industri yang sudah ada dan aktivitas ekonomi nyata.
Bagi $SAL, freight menjadi titik awal. Setiap invoice terhubung dengan pengiriman yang dilakukan, layanan yang diberikan, dan kewajiban pembayaran yang dapat diidentifikasi. Marketplace juga dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih jelas terhadap setiap peluang pendanaan, termasuk nilai invoice, tenor, ketentuan pendanaan, pengungkapan risiko, dan estimasi penyelesaian pembayaran.
SAL berencana menguji model ini terlebih dahulu melalui pilot terkontrol bersama SAS sebelum memperluasnya. SAL Token resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2026 dan tersedia untuk dibeli melalui Mobee, sementara platform exchange lainnya akan diumumkan dalam waktu mendatang.