Iustrasi. Foto: dok Bank Neo Commerce.
Laba Bank Neo Commerce Tembus Rp430,98 Miliar, Ini Penopangnya
Ade Hapsari Lestarini • 3 November 2026 07:37
Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih setelah pajak atau profit after tax (PAT) sebesar Rp430,98 miliar hingga September 2026.
Kinerja tersebut didukung pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang mencapai Rp1,69 triliun, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta perbaikan efisiensi operasional.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bank Neo Commerce Adrian Soewardjo mengatakan capaian hingga kuartal III-2026 merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
"Stabilnya raihan laba hingga akhir kuartal III-2026 ini merupakan pencapaian yang menggembirakan bagi BNC. Namun, bagi kami, hal yang lebih penting adalah bagaimana pencapaian tersebut didukung oleh kualitas fundamental bisnis yang semakin baik. Kami terus mempertahankan profitabilitas, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas aset, serta memastikan setiap langkah pengembangan bisnis dilakukan secara terukur dan dengan prinsip kehati-hatian," kata Adrian dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 November 2026.
Dari sisi pendapatan, NII BNC mencapai Rp1,69 triliun hingga September 2026. Pendapatan tersebut menunjukkan peningkatan secara berurutan selama tiga kuartal pertama tahun ini.
Pada kuartal I-2026, NII tercatat sebesar Rp548,14 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp562,55 miliar pada kuartal II-2026 dan kembali naik menjadi Rp576,04 miliar pada kuartal III-2026.
Selain pendapatan bunga, pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga meningkat. Hingga September 2026, BNC membukukan pendapatan tersebut sebesar Rp90,55 miliar, naik 5,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp85,69 miliar.
Aset Bank Neo Commerce capai Rp17,19 triliun
Dari sisi neraca, total aset BNC tercatat sebesar Rp17,19 triliun per September 2026. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp11,86 triliun.
Dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat sebesar Rp3,92 triliun, meningkat 1,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio CASA juga naik dari 28,40 persen menjadi 33,05 persen.
Adapun total kredit yang disalurkan BNC mencapai Rp6,73 triliun. Perseroan menyatakan tetap menerapkan penyaluran kredit secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas debitur, profil risiko, dan potensi imbal hasil.


Dari sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik menjadi 81,77 persen pada September 2026, dibandingkan 82,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Cost to Income Ratio (CIR) juga membaik menjadi 31,45 persen dari sebelumnya 31,59 persen.
Sementara itu, kualitas kredit BNC tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,78 persen, membaik dibandingkan 2,92 persen pada September 2025. NPL net tercatat sebesar 0,27 persen.
Permodalan BNC menguat
Penguatan fundamental BNC juga tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang mencapai 53,40 persen pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 46,73 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Modal inti perseroan juga naik menjadi Rp4,35 triliun dari Rp3,94 triliun pada September 2025, atau tumbuh 10,41 persen secara tahunan.
Sementara itu, net interest margin (NIM) BNC tercatat sebesar 14,30 persen pada September 2026. Rasio tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan pendapatan bunga dari aset produktifnya.
Adrian mengatakan perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara profitabilitas, efisiensi operasional, dan kualitas pertumbuhan bisnis.
"Kami memandang fase pertumbuhan berikutnya harus dibangun dengan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi kinerja keuangan, permodalan, teknologi, maupun kualitas sumber daya dan proses operasional. BNC akan terus memperkuat kapabilitas tersebut agar dapat merespons perkembangan industri dan kebutuhan nasabah dengan lebih baik," tutup Adrian.