Kemendag Ungkap Penguatan Mata Uang Utama Dunia Picu Turunnya Harga Emas

Ilustrasi emas batangan. Foto: fox5ny com

Kemendag Ungkap Penguatan Mata Uang Utama Dunia Picu Turunnya Harga Emas

Gervin Nathaniel Purba • 30 October 2026 11:00

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut penguatan mata uang utama dunia dan kenaikan hasil obligasi di pasar global memengaruhi harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) untuk komoditas emas pada periode pertama November 2026. Kondisi ini mendorong investor mengalihkan investasinya ke instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan emas.
 
Pada periode pertama November 2026, HPE emas ditetapkan sebesar USD132.756,02 per kilogram (kg). Nilai ini turun 1,68 persen dari periode kedua Oktober 2026 sebesar USD135.024,36 per kg.
 
"HR emas juga turun menjadi USD4.129,18 per troy ounce (t oz), dari USD4.199,73 per t oz," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, dikutip dari Antara, Jumat, 30 Oktober 2026.
 
Ketentuan HPE dan HR emas ini ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2061 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1-14 November 2026.

 
 
HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Penetapan ini juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

"HPE dan HR emas periode pertama November 2026 ini ditetapkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan kementerian dan lembaga terkait," ujar Tommy.





Daftar Lengkap Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Jumat, 9 Oktober

(Emas batangan Galeri 24. Foto: dok MI)



Harga emas turun hari ini

Sebagai informasi, harga emas dunia turun pada perdagangan Kamis, karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tetap tinggi menyusul rilis data ekonomi AS. Harga minyak dunia juga berbalik arah dalam sesi perdagangan yang fluktuatif, membuat para pelaku pasar logam mulia tetap waspada.

Melansir Investing, Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas spot turun 1,4 persen menjadi USD4.009,85 per oz. Sementara emas berjangka melemah 0,3 persen menjadi USD4.021,25 per oz.

Di sisi lain, harga emas Antam juga turun Rp13 ribu ke posisi Rp2,546 juta dari semula Rp2,559 juta per gram. Sementara harga beli kembali (buyback) juga merosot Rp13 ribu ke Rp2,341 juta per gram.
 
Melansir laman Logam Mulia Antam, Jumat, 30 Oktober 2026, harga emas batangan Antam sewaktu-waktu bisa berubah.

Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
 
 

(Gervin Nathaniel Purba)