Menlu Kuba Terlibat Konfrontasi Sengit dengan Dubes AS di Majelis Umum PBB

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, dan Dubes AS untuk PBB Mike Waltz terlibat konfrontasi di Majelis Umum PBB. Foto: Viory

Menlu Kuba Terlibat Konfrontasi Sengit dengan Dubes AS di Majelis Umum PBB

Fajar Nugraha • 28 October 2026 11:59

New York: Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, dan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, terlibat dalam konfrontasi sengit pada Selasa 27 Oktober 2026 di Majelis Umum PBB.

Kericuhan pecah setelah Dubes AS Mike Waltz menampilkan foto mendiang pemimpin Kuba, Fidel Castro, yang mengenakan dua jam tangan Rolex.

Waltz menggunakan gambar tersebut untuk mempertanyakan hak-hak istimewa elite penguasa Kuba, sembari membela posisi Washington dalam debat tahunan mengenai embargo ekonomi terhadap negara pulau tersebut. Menurut sang duta besar, nilai jam tangan itu saat ini mencapai sekitar USD40.000, jumlah yang ia bandingkan dengan gaji rata-rata warga Kuba selama 55 tahun.


Dubes AS untuk PBB Mike Waltz. Foto: Viory

"Mari kita mulai dengan dua jam tangan Rolex yang dengan bangga dikenakan oleh Castro. Itulah sosok 'revolusioner besar' tersebut. Apa yang ada di pergelangan tangannya? Dua jam tangan Rolex, yang bernilai 40.000 dolar menurut kurs saat ini,” ujar Waltz, seperti dikutip dari Viory, Rabu 28 Oktober 2026.

“Dan ini tidak hanya bermula dari Castro. Lihatlah presiden Kuba yang sekarang," ujar Waltz.

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Rodriguez dan anggota delegasi Kuba lainnya, yang menyela perwakilan AS itu dengan teriakan serta tindakan menggedor meja.


Menlu Kuba konfrontasi dengan Dubes AS di PBB. Foto: Viory


Sang menteri luar negeri bergerak menuju mimbar, yang ditanggapi oleh Waltz dengan mengatakan: "Anda tidak menyukai kebenaran yang tidak menyenangkan; silakan coba mengintimidasi saya sepuas Anda. Tuan Presiden (Sidang PBB), orang ini harus menjauh dari mimbar ini. Dia tidak akan bisa mengintimidasi saya di Amerika Serikat, seperti yang ia lakukan terhadap para tahanan politik," sementara Presiden sesi ke-81 Majelis Umum PBB berupaya memulihkan ketertiban.

"Saya adalah perwakilan Amerika Serikat. Mundur! Mundur, Duta Besar! Menjauhlah! Ini bukan Havana," tambah Waltz.

Rodriguez menolak pernyataan diplomat Amerika tersebut dan menegaskan bahwa kata-katanya telah melukai martabat Kuba beserta para perwakilannya. Ia juga mempertanyakan kinerja Waltz di PBB dan menyarankannya untuk memperbaiki perilaku diplomatiknya.

Peristiwa ini terjadi dalam konteks pembahasan resolusi yang kembali menyerukan diakhirinya embargo ekonomi, perdagangan, dan keuangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu, 28 Oktober.

(Fajar Nugraha)